secangkir kopi hari ini

Januari 31, 2009

hitam pekat. mengepulkan asap.

bergerak lekas, membabat segala senyawa di udara. kemudian berpacu menembus indra penciuman. harum.

dalam cangkir itu, cerita selalu berulang – ulang. tapi tetap saja manis.

walau pahit tak pernah lupa menyertai.

lubang di hati

Januari 27, 2009

2555768842_b5c4b20bf4

Aku adalah angin yang bertiup dari timur. Berhembus bersama bau bunga krisan dan mawar. Berputar – putar bersama serpihan dedaunan kering dan pasir dari pantai di ujung sana. Aku adalah cahaya. Terpancar tajam ke sela – sela jemarimu. Memanaskan ubun – ubunmu dan menerangi penglihatanmu. Aku adalah gelap. Menyamakan setiap sudut. Membutakan penglihatanmu dan melahap semua titik sinar. Aku adalah air. Mengalir bersama gemuruh dan awan hitam. Berlari keluar dari dua bola matamu dan setia selalu memeluk bumimu. Aku adalah kosong. Yang menunggu untuk diisi. Yang menunggu untuk ditempati. Yang menunggu untuk dihuni dan yang menunggu untuk ditata.

*)Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati

Lalu kosong itu sudah mulai berkarat dan berdebu, berpenghuni hantu. Kemudian mulai tersesat dan buta arah. Tak menemui terang, juga tak menemui bintang. Lalu bimbang setelah itu bingung.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain selalu mengisi hati mereka dengan cinta yang berganti – ganti, aku terpekur tanpa satu  keping cinta pun. Aku tak memiliki sebutir pun cinta. Aku mati rasa. Hidup tanpa hati.

Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?

Ketika manusia yang lain menyia – nyiakan cinta mereka, aku hanya bisa diam sambil bertanya kepada Tuhan ; “Apakah cinta yang mereka sia – siakan itu sebenarnya untukku ?”.

*)Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati

Dan aku akhirnya menerima jawaban dari Tuhan, “tidak, cinta itu bukan untukmu. Tapi untuk yang lain”. Lalu aku pun kembali bertanya pada Tuhan, “kalau begitu, kapan aku mendapatkannya ?”. Setelah aku bertanya, aku hanya mendengar erangan kecil dari Tuhan. Entah apa maksudnya. Tuhan tak mau menjawabnya. Hanya diam.

Ada lubang di hatiku yang tak mudah untuk diisi. Pernah kucoba mengisinya dengan lukisan – lukisan banyak wajah, tetap saja aku tak merasa lubang di hati itu terisi. Pernah juga kupenuhi dengan kelopak – kelopak bunga mimpi, yah… tetap saja masih banyak ruang yang kosong melompong dan angin selalu bersiul setiap kali melewatinya.

*)Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang dalam di hati

Lubang di hatiku menganga meminta makan. Tak pernah mengatup dan tertutup. Waktu itu aku sempat nekat masuk ke dalamnya. Kucari sesuatu disana. Sesuatu yang kurasa bercahaya, yang kadang dingin kadang hangat. Yah… tetap saja aku tak menemukan apa pun disana selain sunyi dan tenang.

Suatu hari aku sempat berniat ingin membakar lubang di hati itu. Aku berharap api dapat menciptakan bongkahan – bongkahan hitam di dalamnya. Aku berharap lubang itu diisi oleh banyak bongkahan hitam yang hangus terbakar. Setidaknya, lubang di hati itu telah penuh terisi oleh bongkahan hitam itu. Ya, setidaknya begitu.

Tapi, aku urungkan niatku. Aku takut terbakar. Aku takut menjadi abu. Aku juga takut menyesap sengatan panasnya yang membara. Aku takut mendekati bongkahan – bongkahan hitam yang memendarkan rona orange dari dalamnya. Aku memang penakut.

*)Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti

Lalu akan aku apakan lubang di hati ini ? Apakah harus kubiarkan kosong melompong dan menunggu sesuatu mengisinya. Ataukah aku harus memaksakan sesuatu untuk memenuhinya hingga membuncah dan berserakan ?

Lama aku melamunkan tentang kekosongan lubang di hati. Sampai hujan mengguyur tanah di kakiku dan malam melipat langitnya lalu membuka seluas – luasnya cakrawala pagi. Hingga petang tiba, aku masih memikirkan siapa yang bisa mengisi lubang di hati ini ?

Hanya kepada Tuhan sipemilik hati, aku berserah diri…

*)lirik lagu berjudul “lubang di hati” dari Letto.

aku sudah menapaki tanah, subuh – subuh pukul empat. hidungku, semangat menciumi aroma embun – embun yang baru lahir. harum. kau tahu apa yang aku cari subuh – subuh ini ? kau tahu apa ?

aku sedang… mencuri… rejeki orang – orang yang masih tertidur pulas. tertidur pulas bersama mimpi – mimpi indah mereka. huh, tidur saja terus sampai mampus. peduli amat. hahaha. ya,  aku sedang mencuri keberuntungan mereka.

tau tidak berapa banyak keberuntungan yang aku curi setiap pagi ? satu ? oh tidak. dua ? ahahaha salah. sepuluh ? salah besar ! aku sudah mencuri satu milyar keberuntungan yang mereka sia – siakan karena masih tidur diwaktu pagi.

loh ? kenapa bengong ? ini benar loh ! aku bukan penipu. bukan penipu kayak orang – orang di senayan sana. yang diberi amanat ama kalian eh malah hobi bolos kayak anak – anak SMA dekat rumahku yang suka cabut dari sekolah. mereka bilang cabut atau bolos diam – diam dari sekolah itu keren, gokil. mau niru juga ? kita kan peniru. apa – apa ditiru. orang ngomong taik aja pake ikut – ikutan ngomong taik juga. sama kayak aku.

meniru itu sebagian dari iman hahahaha. jangan protes !

ya meniru itu memang secara tidak sadar sudah menjadi darah dan daging kita. juga sudah menjadi sebagian dari iman. kenapa ? kalo kita hidup tanpa meniru, mungkin kita masih berada pada jaman batu. benar g ?

maka kalo g mau disebut peniru jadilah orang yang ditiru !

bikin inovasi baru yang blm pernah ada dimuka bumi. apa itu ? lah kok malah nanya ke aku. itu tandanya kamu masih pengen jadi peniru dunk. pikirin aja sendiri apa itu. supaya kita menjadi orang yang ditiru bukan menjadi seorang peniru, plagiat.

jika g mau disebut meniru itu sebagian dari iman. maka kita dituntut punya pendirian yang bisa bikin kita memiliki pemikiran original milik sendiri. lalu kita juga akhirnya bisa menciptakan sesuatu yang baru.

pendirian bukan berarti “aku adalah aku”. menurut aku, ucapan “aku adalah aku” bisa dikatakan sebagai kata – kata yang mengatasnamakan keegoisan. karena “aku” hanya menjadi “aku” hanya milik “aku” dan “aku” adalah “aku” bukan yang lain selain “aku”. bagaimana cara menggambarkan keakuan itu. sebenarnya niat menuliskan itu bukan menggambarkan “aku” sebagai seorang manusia yang egois karena beranggapan hanya “aku” yang bisa menguasai “aku” tapi menuliskan itu dengan maksud bahwa “aku” tidak bisa dipengaruhi orang hal2 yang negatif yang bisa merubah pendirian si “aku”. tapi setelah aku pikir – pikir kata – kata aku adalah aku itu makin lama seperti makin memaksa  kita menjadi aku yang berwatak keras kepala dan selalu benar.

aku pikir hidup adalah panggung sandiwara yang setiap saat kita bisa saja tiba – tiba mendapatkan peran yang berbeda. dalam suatu adegan di sinetron kejar tayang. dimana kita harus berpura – pura menjadi seorang dokter pada saat kita adalah seorang ibu rumah tangga, dimana kita harus tiba – tiba menjadi tukang tambal ban disaat kita adalah seorang pegawai bank, dimana kita harus tiba – tiba menjadi siswa disaat kita adalah seorang dosen, dimana kita harus tiba – tiba menjadi orang idiot padahal kita adalah seorang profesor, dan dimana kita menjadi buta padahal kita orang yang senang melihat warna – warni bunga.

dan jika kita masih berpikir “aku adalah aku” maka kita hanya akan terus melakoni, memerankan diri kita sendiri seumur hidup sampai mati tanpa  bisa mencicipi peran – peran yang lain. rasanya menjadi datar dan hambar. seumur hidup hanya mengetahui “aku” tanpa keinginan melihat peran – peran yang lain.

intinya, kita boleh teguh pada pendirian ttg “keakuan” tapi ada saat dimana kita menjadi seseorang yang berbeda tanpa meninggalkan “keakuan” untuk menjalani hidup yang lebih baik. berbeda dalam artian berubah menjadi seseorang yang lebih baik hari demi hari.

fuih… udah jam… *liat hp dulu duh jamnya rada kekencengan (halah)

udah jam 1 lewat dikit eh lewatnya banyak. udah pagi ! selamat pagi ^^

waktunya memanggil mimpi.

*maap ne posting rada ngelantur tapi bukan karena kebentur mungkin hanya sedikit ngawur, semoga kebentur (loh ?) jangan ngelantur !@!!!

akan ke manakah aku dibawanya ?

hingga saat ini menimbulkan tanya

engkau dan aku menuju ruang hampa

tak ada sesiapa hanya kita berdua

kau belah dadaku mengganti isinya

dihisap pikiranku memori terhapus

terkunci mulutku menjeritkan pahit…

uuuuu….

hingga kau belah rongga dadaku

mengganti isinya dengan batu

hinggat kau kunci rapat mulutku

engkau dan aku bumi dan langit

apa saia terlihat seperti laki2 ? coba liat avatar saia baik2 (mulai hari ini untuk sementara saia pajang segede gajah). disana saia sengaja pampang dan pamerkan foto asli diri saia. ya, walau setengah muka karena saia maunya dipajang yang itu hehe.

tapi saia tidak tau mungkin ditempat anda adalah sebuah trend seorang pria memakai jilbab sehingga anda mengatakan saia om2 atau mas2 atau apalah yang pasti diantara anda mengatakan saia laki2.

oh tidak, mungkin orang2 yang baru mengenal blog saia selalu memanggil saia dengan sebutan mas, atau om. terus terang nama saia bukan mas atau om, nama saia jeni maka saia singkat dengan panggilan ngetopnya Jee karena panggilan itu dibikin oleh teman – teman SMA saia dulu dan saia rasa bukan nama yang diperuntukkan untuk seorang om2.

om jee ? mas jee ? jelangkung ? hahaha silahkan lah.

ya apalah arti sebuah nama ? tapi kini itu penting, nama adalah doa tapi ya saia disini bukan mau mempermasalahkan nama. kenapa ya orang g ngerti2 juga dengan beberapa posting saia yang isinya tentang keambiguan kelamin seperti “apakah tulisan berkelamin ?”

sebenarnya ini tidak penting untuk dipermasalahkan tapi kalo “masalah” ini terus menerus berdatangan silih berganti, ooo saia jadi takut saia menjadi kehilangan “Pribadi” dan jati diri karena saia terus terusan dikira laki – laki seperti om2, mas2 atau kang2.

tolong jangan menilai sesuatu dari mukanya saja. coba lebih memperhatikan apa yang ada disekelilingnya.

sudah tahun 2009 masa kebiasaan buruk kita belum hilang2. suka menilai seseorang dengan langsung dan tidak memikirkan sesuatu yang terpampang sepele seperti avatar saia.

kalo kamu laki2 dibilang cewek terus terusan ama orang2 emangnya kamu senang ???

kalo kayak gini terus saia jadi lebih mencari tau dan bertanya2 apa yang salah dengan saia. apakah saia ini memang bukan perempuan ? apakah saia ini mencerminkan seseorang yang kasar sehingga saia dikira laki2 ?

mungkin ini PR untuk saia sendiri agar lebih mengetahui siapa diri saia sebenarnya. mengapa tulisan2 saia dikira tulisan yang dibuat laki2. saia benar2 tidak paham.

tapi ada kebanggaan tersendiri tulisan2 saia selalu dikira buatan seorang laki2 karena saia merasa laki2 adalah manusia yang kuat.

terimakasih.

erkkamargelap2
Category: Music
Genre: Indie Music
Artist: Efek Rumah Kaca
Mosi Tidak Percaya Diproklamirkan
oleh Ekky Imanjaya
Trio Efek Rumah Kaca (ERK) kembali dengan album kedua, Kamar Gelap. Terus mengumandangkan revolusi di tiga bidang. Makin subversif dan provokatif.

Cholil Mahmud (gitar,vocal),Adrian Yunan Faisal (bass,suara latar) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum,suara latar) hadir lagi. Kali ini, album kedua mereka, Kamar Gelap, dirilis oleh Aksara Record. ERK tetap dengan posisinya sebagai pemotret realitas yang merekam kegelisahan mereka. Tapi kali ini lebih terasa keras, cadas. Mereka menyatakan manifesto bertajuk Mosi Tidak Percaya yang mengkritik banyak hal: mulai dari kekerasan hingga pemerintahan. Dan untuk menyempurnakannya, ERK mengajak bersama Angki Purbandono (seorang seniman berbasis fotografi dari Ruang MES 56, Yogyakarta) untuk membuat foto-foto hasil tafsiran lagu-lagunya. Sempurnalah karya musik diracik fotografi memperkuat posisi oposisioanal mereka.

Konsistensi sikap mereka paling tidak terbaca dari tiga revolusi yang mereka gaungkan sejak album pertama tahun lalu. Pertama adalah revolusi tema yang tetap setia pada kritik sosial bahkan politik. Misalnya Jangan Bakar Buku, yang dibantu oleh Ade Firza Paloh (Sore, vocal) dan Iman Fattah (Zeke And The Popo, gitar). “Awalnya, kami tak mau dengan judul itu, karena terlalu keras,” ungkap Cholil, vokalis dan gitarisnya. “Tapi saat mendengar lagi ada kasus yang sama, kami yang orang perumahan geram dan sekalian saja dibuat judul yang keras,” imbuhnya.

Topik lainnya adalah lingkungan khususnya banjir (Hujan Jangan Marah), pemerataan ekonomi dan urbanisasi (Banyak Asap Disana), fenomena video seks pribadi (Kenakalan Remaja di Era Informatika), pencucian otak era Orde Baru (Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa) dan puncaknya adalah Mosi Tidak Percaya yang menyentil pemerintah, MPR, dan partai-partai politik. Bahkan, lagu yang bagi banyak orang dianggap romantis pun bisa ditafsirkan politis. Tengok saja Lagu Kesepian.

Ku tak melihat kau membawa tenang yang kau janjikan
Kau bawa debu bertebar di beranda
Berair mata

Dengan begitu, ERK adalah penyambung tradisi musisi Rock Indonesia yang mengangkat isu sosial dan politik–Harry Roesli, Iwan Fals, God Bless, hingga Slank–yang hingga kini makin langka. Bahkan, ia bisa dibilang salah satu pewaris dari seniman, mengutip Rendra saat diskusi film Kantata Takwa, gerakan budaya perlawanan.

Kedua, revolusi lirik. Membaca syair-syair mereka seperti membaca puisi model Sapardi Djoko Damono atau Emha Ainun Nadjib. Lagi-lagi hal ini sudah jarang ada pada band-band masa kini yang lebih memilih ringan . simak Kamar Gelap yang juga menjadi judul album ini

Yang kau jerat adalah riwayat
Tidak punah menjadi sejarah
Yang bicara adalah cahaya
Dikonstruksi dikomposisi

Atau Laki-Laki Pemalu:

Senja akan segera berlalu
Seorang lelaki melintas menyimpan malu
Menyusul langkah sang gadis yang mungil
Tapak kakinya yang lelah menyisakan perih

Lirik yang puitis ini meracik tema yang keras dan kadang frontal. Hasilnya adalah lagu-lagu yang punya kekuatan untuk menggerakkan dan mencerahkan. Ali Syariati pernah menyatakan bahwa kitab suci menjadi abadi karena metafora dan kalimat-kalimatnya yang puitis. Tentu saja kitab suci tak bisa dibandingkan dengan ERK, namun upaya serupa agaknya dilakukan juga oleh mereka.

Hasilnya, misalnya, Menjadi Indonesia (judulnya terinspirasi oleh buku karya Parakitri T. Simbolon) sebuah lagu tentang nasionalisme yang tidak terjebak cengeng, klise, atau sok patriotis, dan dalam helaian nafas yang sama juga mengkritik negeri ini. Senada dengan Bangunlah Putra Putri Ibu Pertiwi dari Iwan Fals, namun lebih mengiris hati.

ada yang runtuh, tamah ramahmu
beda teraniaya
ada yang tumbuh, iri dengimu
cinta pergi ke mana?

Dalam Balerina, mereka berhasil menangkap irama kehidupan dalam gerakan tari balet. Semangat pencapaian lirik ini tak aneh, mengingat ERK mengaku juga terpengaruh oleh Iwan Fals, Eros Djarot, dan Guruh Sukarno Putra.

Ketiga, revolusi musikalitas. Ini adalah upaya kongkret menjawab kritikannya sendiri terhadap industri musik yang semakin parah. Hasilnya adalah eksplorasi musik dari pop-progresif (Lagu Kesepian) hingga Waltz (Laki-Laki Pemalu). Banyak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan shoegaze Tetapi, ERK dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, dan tidak begitu peduli dengan label. Karena bagi mereka, yang terpenting adalah tersampaikannya pesan-pesan, yang diistilahkan Cholil dengan doktrinasi. Mereka sangat sadar bahwa mereka sedang berjuang menyebarkan hasil jepretan mereka dalam memandang realitas ke dalam ruang yang lebih luas. Dan mereka dengan senang hati akan menyambut kelompok yang satu gelombang dengan mereka. Karena itu, mereka didapuk Kontras menjadi salah satu ikon Human Loves Human.

Selamat berjuang ERK!

Janjimu, pelan-pelan akan menelanmu
Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
Ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya

sumber: http://www.indonesiantunes.com/reviews/detail/2009/01/05/kamar-gelap.html

*semoga liriknya dapat dijadikan renungan

hidup tak lagi sama
konglongmerasi pesta
lapar bagaikan hama
tak ada yang tersisa

dedikasi dijaga
berjejar di kepala
demi sanak saudara
hingga menyesakkan dada

diskriminasi harga
untuk kita semua
kado bersama – sama
di musim petik tiba

yang muda lari ke kota
berharap tanahnya runyam
kosong di depan mata

banyak asap disana…
menanamkan tak bisa
menangis pun sama…

gantung cita – cita
di  tetiang kota

kota… kota.. kota … kota.. kota… kota..

hey you got to be honest
you got to be the only one
you got to be the one

hey you got to stay awake
you got to start to save the world
you got to be alert

*) shadows.. shadows..
in the world we living on
shadows.. shadows..
in the world we living on

shadows .. shadows..
we’re alone in the world we own
shadows .. shadows..
we’re alone in the world we own

hey the killer of the world
the money blinded junky man
the loveless son of man
hey nothing isn’t right
the future is in so much pain
the lovers are in vein

back to *)

is this place where we fly in
is this place where we don’t win
is this the shadows that lived in our profit
is this the shadows that we all wanted

and our life are burned by the fire
of our sins and tonight
i believe that we won’t win

here in the cities
shadows on the run
nothing is real
nothing can’t be done

i am the shadows
i’m the only one
make me believe
that nothing can be done

yeah akhirnya  nongol juga video klipnya. seep lumayan keren tapi masih kerenan lagunya hehe.

huew… mungkin beberapa hari bakal jarang posting, senin besok mau ujian akhir semester kudu siapin amunisi ahaha.

dan uhuk uhuk ini juga aku lagi demam, batuk2, hidung meler.. beh sakit sampai tulang pada ngilu semua. padahal mau ujian, tugas belum selesai lagi hiks :(

tapi yap… silahkan menikmati videonya.

oya, ntar malam di Metro Tv ada film bagus, judulnya TURTLES CAN FLY, film ttg kehidupan di tempat pengungsian di Kurdistan, perbatasan Turki-Iran, beberapa waktu sebelum kejatuhan Saddam Hussein dan invasi USA ke Irak. Lokasi pengungsian itu terletak di wilayah perbukitan dan didiami lebih dari 200 keluarga.

filmnya mengisahkan ttg kehidupan anak2 disana. dan yang main semuanya asli orang2 dari pengungsian itu. ada anak yang kedua tangannya buntung, ada yang kakinya udah g ada, ada juga balita yang buta. semua dimainkan oleh penduduk asli sana.

kalo mau tau jelas filmnya kayak apa klik ini aja

seep ! pokoknya ntar malam jam 21.30 ada film seru film terbaik di metro tv !

hmm, apalagi ya ? udah ah.

okeh, cukup sekian bye bye……

setelah aku pikir – pikir dan akhirnya menemukan tanda tanya, bingung lalu bertanya – tanya *ya elah dan sekarang ingin bertanya hehee

tulisan yang dibuat cewek itu sebenernya harusnya gimana sih ? kayak apa ? dan bagaimana ?

kok tulisanku dikira punya cowok ya ? padahal aku dah nampang foto aku loh. kok masih dikira cowok ya ?

bingung aku, maunya kalo cewek tuh tulisannya gimana ?

apa tulisan2 aku tuh kasar2 ? g sopan ?

dari “curhatan” aku sama beberapa teman, aku disuruh lebih lembut, disuruh lebih romantis. apa harus gitu ya ?

aku g tau ternyata kata – kata/ tulisan  itu punya kelamin.

satu orang tewas dengan luka tusukan di bagian kepala.

badan memar, lebam dan membiru.

kain lusuh selimuti jasad.

darah bercampur lumpur.

orang – orang mengerumuni.

mengerubungi jasad bagai menonton acara kuda lumping.

garis polisi seperti garis finish dalam balap sepeda.

lalu apa kata si mayat ?

hey, saya tidur di sini bukan untuk pamer otot, saya ini lagi mati !!!

mati !