pohon

Mei 3, 2009

tak semudah apa yang kau lihat.

tak segampang apa yang kau katakan.

dan tak secepat apa yang kau rasakan.

semua itu butuh proses.

yang memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang lalu berbuahkan hasil.

tapi bagaimana kalau ternyata kau adalah sebuah pohon yang lupa diberi pupuk buah ? apakah kau akan tetap berbuah ? dan gawatnya lagi ternyata tanah tempat kau tumbuh bukan tanah yang cocok untuk membuat dirimu menghasilkan buah.

apa yang kau lakukan ?

apakah kau berharap akan mengganti tanahnya ? lalu kau berharap diberi pupuk buah ?

atau kau hanya membeli pupuk buah tapi kau tak mengganti tanahnya ?
atau apakah kau akan tetap menjadi pohon yang tanpa buah ?

5 Responses to “pohon”


  1. sebagai pohon, aku tak punya kaki. maka tidaklah bisa aku berpindah pergi, mencari tanah subur yang bisa membuatku makmur…

    sebagai pohon, aku tak punya tangan, untuk kuangkat tinggi-tinggi seolah mencakar langit, memohon kepada Tuhan untuk memindahkanku dari tanah tandus nan gersang ini…

    sebagai pohon, aku pun tak punya mata, untuk kutangiskan air mata darah, meratapi nasib buruk yang seolah dituliskan di kitab lauhul mahfudx-ku…

    sebagai pohon, aku tak punya mulut, untuk menghiba meminta pertolongan, agar aku dipindahkan ke tempat lain yang lebih baik… mulut agar aku bisa berdusta, menjanjikan bahwasanya akan kutumbuhkan dedaunan rindang yang menyejukkan, atau kutumbuhkan ribuan buah yang ranum menggiurkan…

    aku adalah sebatang pohon sebatang kara… kekurangan nutrisi dan gizi membuatku steril, tak mampu memunculkan cabang dan ranting baru, dan melahirkan anak-anak baru dari pangkal akarku agar aku bisa berbahagia lantaran ada yang menemani…

    bila hidupku ini hanyalah sementara, dan bila beginilah aku diciptakan, aku ditakdirkan, maka akan tetap kusyukuri hidupku sebagai sebatang pohon tak berbunga tak berbuah… semoga dengan sabarku, dengan imanku, Dia akan memberiku tanah subur di Syurga kelak…

    ***
    btw, tulisannya bagus banget jeng… sungguh!

  2. jee Says:

    @Infinite Justice : kusimpulkan sebagai sebuah keikhlasan ? lalu apa yang terjadi jika seandainya pohon itu dapat bergerak ? ia memiliki tangan untuk mencakar langit. ia memiliki kaki yang kuat untuk menginjak tanah. apa yang akan dilakukan ?

  3. yoan Says:

    yah jee…
    kalo pohonnya pohon beringin mau dikasi pupuk buah dua ton juga tetep aja ngga kan berbuah…
    apalagi kalo sampe ngarep itu pohon bisa berbuah pepaya, mangga, pisang, jambu…

    jadi pohon yang ga berbuah juga oke2 aja kok…
    kan masih bisa bermanfaat buat yang laen2…
    masih bisa jadi tempat berteduh…
    masih bisa jadi sarang tinggalnya burung…
    masih bisa jadi penyerap air…
    masih bisa bikin dunia ini lebih adem…


  4. pohon tanpa buah… ada yang salahkah dengan kondisi ini?
    barangkali umur si pohon sudah tidak memungkinkan untuk berbuah,, hanya tinggal menunggu waktu,, melebur menjadi pupuk menyuburkan tanah… agar pepohonan2 muda berikutnya dapat tumbuh subur dan berbuah…

    thanx untuk kunjungannya jee.. ^^

  5. oopshey Says:

    kurang bijak rasanya bila berandai-andai yang jamaknya bukan suatu kodrat. setiap makluk telah ditentukan sunnahnya,.. dan setiap mahluk harus iklas dengan sebagai apa dia tentukan.
    Aku yakin dia tidak akan menngis tatkala ditebang untuk membangun sebuah gubuk petani di tengah sawah…

    nice blog,.. nice quote anyway


Leave a Reply