raut muka
Mei 7, 2009
seraut lemah kering rekah
dipoles keringat luluh berdebu
seraut muka bercerita letih
digerayangi jengah berselimut air mata
bibir kerut mencuat darah
bersembunyi lari, hilang
dipersembunyian hidup melaknat
tiada tanda baca dalam raut muka
mengalir dari hulu hati
seraut lemah, seraut muka, bibir kerut
terbakar merah bunga jantung
biar mengulum duri di pelupuk mata
tetap tak bisa terbaca siraut muka
-isengisengkarenasudahlamatidakpernahmenulissemacaminilagi-










Mei 7, 2009 at 11:00 pm
yah yah..
kenapa raut ituu..?
Mei 8, 2009 at 6:36 pm
isengisengmu saja menghasilkan ini, jee…
gimana yang serius-nya?
p.s.
itu raut muka siapa
yang kering lelah mendamba bahagia?
Mei 10, 2009 at 3:58 am
ah, jeng… sungguh dahsyat yang satu ini jeng…
kata-kata pilihan yang tertata secara sempurna…
*sempat mikir bahwasanya saya juga punya raut muka seperti itu*
Mei 28, 2009 at 5:34 am
hupff… kenapa yang terbayang dibenakku wajah anak2 jalanan atau sepasang tua renta yg sedang mengadu nasib,, mungkin interpretasi yang salah dari tulisan jee yang penuh tanda tanya… ^^