asin

Oktober 22, 2009

hujan yang dituangkan langit tadi malam,  kucoba menampungnya dengan harapan dapat membasuh jiwaku. sayangnya tak mampu memenuhi kosong dihati dan pikiran. seakan hanya mengalir lalu menyatu saja dengan bumi. dan aku mengganti derainya dengan air mataku. kemudian setiap tetesnya kukecup. asin ini adalah perasaanku. gambaran waktuku. yang akan menjadi nikmat jika kutuangkan sebelanga air embun pagi.

One Response to “asin”

  1. nakjaDimande Says:

    asin itu adalah keindahan bila kau tambahkan manis dari senyummu..


Leave a Reply