Ia tidak pernah mengirimi pesan singkat lagi padaku. Biasanya ia menanyai kabarku, apa yang sedang aku lakukan, apakah aku sudah makan atau belum, bagaimana dengan kuliahku. Tapi sekarang, seolah semua itu sudah tidak perlu lagi. Tiba-tiba aku dihinggapi kerinduan akan hal-hal kecil itu. Akhir-akhir ini orang-orang di sekitarku seperti kehilangan kebiasaan. Ada yang tak lagi menyapaku, ada yang selalu diam padaku, ada yang merasa asing padaku dan ada yang menjauh.
Dan aku merasa sepi. Sering aku bertanya-tanya, adakah aku punya salah pada mereka. Ini semua membuat aku benci dengan diri sendiri. Mungkin diam memang lebih baik daripada aku harus tersenyum sendiri, tertawa sendiri dan mereka tidak pernah ingin bersama menjalani segalanya.
Ini begitu rumit, menurutku. Rasa terkucilkan ini benar-benar sangat menyiksa. Aku merasa seperti orang dungu, yang berkeliaran dikeramaian dan aku tidak pernah bisa masuk ke dalam keramaian itu. Aku terpisahkan oleh mereka.
Aku sering membayangkan, memiliki senjata api dan menggunakannya untuk membuat lubang di kepalaku.
___________________________________________
ia menemukan senjata api di sebuah jalanan yang sepi. hari itu hujan turun dengan lebat. dalam kuyup ia tergesa-gesa menyusuri trotoar. guguran dedaunan berserakan basah. di antara sisa daun-daun itu sebuah pistol, laras pendek tergeletak dengan satu buah peluru di dalamnya. ia memungutnya, menyimpannya di dalam tas ransel yang juga sudah kuyup. lalu setelah melihat sekelilingnya, ia bergegas dari tempat ia menemukan senjata api itu. di kejauhan, ia lenyap dalam derasnya hujan dan angin kencang.
”Aku sering membayangkan, memiliki senjata api dan menggunakannya untuk membuat lubang di kepalaku,” katanya dalam hati sambil memperhatikan detail senjata api itu di dalam kamar kosnya yang tak begitu luas. “Dan sekarang aku menemukannya, memilikinya. Ini pistol sungguhan. Aku harus bagaimana? Menggunakannya untuk mewujudkan yang telah lama aku bayangkan?”
Biar gak berisik, gunakan pistol berperedam suara ya.
ini bagian dari cerpen hayaaaah….
bakalan seru nih kayaknya…
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda”
dan itu benar2 saya temui di sini. Judulnya saja sudah membuat terpikat. adakah lanjutannya?