Barangkali engkau selamanya tak akan pernah mengerti aku. Mungkin selamanya engkau tak akan pernah tahu siapa aku. Aku, orang yang bertahun-tahun di sekitarmu mungkin hanyalah debu. Yang menempel dan kotor. Mungkin hanyalah seekor kucing yang selalu minta makan dan berak di rumahmu. Barangkali aku, hanyalah dedaun yang berguguran di halaman rumahmu. Barangkali engkau hanya cukup menyapuku saja, membakarku sebagai penyubur tanahmu. Setelah itu, tiada.
Dik,
engkau harus belajar untuk bertanggungjawab terhadap kata-katamu. Suatu hari, engkau tak akan bisa menarik dan melahap kembali segala sesuatu yang telah engkau muntahkan mentah-mentah. Suatu hari engkau akan melihat segalanya tidak lebih baik dari apa yang telah engkau lakukan. Hiduplah dengan kesadaran yang tinggi. Hiduplah dengan kesadaran yang tinggi, Dik.
Karena dunia ini bukanlah taman kanak-kanak.