Inilah puisi yang tenggelam dalam lautmu, lara!

engkau tenggelam, melahap lara, menghirup luka

berkali-kali meronta

namun engkau terus saja berenang ke kedalaman matamu yang

lama-lama meluap duka lama-lama meneteskan sulur-sulur sembilu

…perih

ssst… ada yang tertawa di balik mendungmu wahai, wajah yang selalu murah

di sisi-sisi ruas jemarimu, ia memainkan nasib yang menakdir sedemialammu

hujan!

Badai!

kemarau!

adalah jiwa-jiwamu yang melarung, berenang untuk terus saja tenggelam, ow

sayang

Mad World-Gary Jules

All around me are familiar faces
Worn out places, worn out faces
Bright and early for their daily races
Going nowhere, going nowhere
Their tears are filling up their glasses
No expression, no expression
Hide my head I want to drown my sorrow
No tomorrow, no tomorrow

And I find it kinda funny
I find it kinda sad
The dreams in which I’m dying
Are the best I’ve ever had
I find it hard to tell you
I find it hard to take
When people run in circles
It’s a very, very mad world mad world

Children waiting for the day they feel good
Happy Birthday, Happy Birthday
And I feel the way that every child should
Sit and listen, sit and listen
Went to school and I was very nervous
No one knew me, no one knew me
Hello teacher tell me what’s my lesson
Look right through me, look right through me

And I find it kinda funny
I find it kinda sad
The dreams in which I’m dying
Are the best I’ve ever had
I find it hard to tell you
I find it hard to take
When people run in circles
It’s a very, very mad world … mad world
Enlarging your world
Mad world

Mungkin karena kekosongan ini begitu melenakan

dari google

dari google

Setidaknya kamu dimiliki oleh orang-orang yang jelas dan keberadaanmu tidak seperti “antara ada dan tiada”. tidak seperti cuaca yang kadang hujan kadang panas terik. tidak sepertiku yang bahkan tidak dimiliki oleh siapa pun dan tidak memiliki si(apa) pun.

aku hanya berjalan mengikuti kemana waktu membawa. kemana hati ingin melangkah. dan aku tak pernah ingin menyalahkan siapa pun atas segala masalah yang aku miliki. selama tak ada campur tangan orang lain dalam menciptakan masalahku. segala situasi memiliki kenikmatan bermacam-macam. aku selalu mencari jalan untuk menikmatinya.

Sejenak, cobalah untuk mempercayainya

Asa by Jee

Asa by Jee

Kepal, jangan lepaskan. Hingga segala yang kau miliki hilang, hingga luka menjadi jantung. Dan rasa sakit telah terbiasa mengalir bersama darahmu. Genggam! Jangan sekali-kali lepaskan. Karena saat segala yang kau miliki lenyap, apa yang ada digenggamanmu akan menjadi dirimu seutuhnya!

 

bosan yang menahun membuat iseng menjamur

Akhir2 ini saya merasa jenuh. kebosanan mencapai tingkat tertinggi. selain saya sepertinya puasa menulis cerpen karena pikiran saya terganggu oleh masalah2 seputar kampus dan kamar kos yang tidak sehat untuk mental, saya juga sengaja untuk menjauh dari menulis.

jadi karena semua ini, stres melanda. saya merasa sendiri di tengah kota yang dingin dan orang2 yang dingin. saya ulangi, saya merasa sangat sendiri. saya tak punya teman bicara yang sehat dalam berpikir, yang terbuka dan tidak sempit pikiran. saya tidak punya teman sehobi, sharing masalah tulisan dan bacaan. di kos, orang2 saling bermusuhan. di kampus, orang2 sudah memiliki teman sejati masing2 sehingga orang baru tidak mudah di terima. jadi saya dekat dengan mereka atau mereka dekat dengan saya hanya karena perlu.

di kota ini, saya mengulang kisah sd. di mana saya punya prinsip, menambah satu teman sama artinya menambah satu masalah. ini semua membuat saya kesepian dan pikiran iseng menjamur.

saya jadi penasaran dengan respon orang2 apabila saya berbuat sesuatu yang tidak biasa. seperti merubah penampilan, ikut konter menyanyi atau beberapa hal nekad lainnya, marah2 pada orang yang suka iseng menelpon saya tengah malam, atau buka  lapak meramal karena saya punya kartu tarot.

CURHAT ANAK KOS

saya menyadari, hidup di lingkungan yang tidak sehat. harus menjadi bagian dari “perang dingin” orang-orang di sekitar saya. menanggapi berbagai sikap kekanak-kanakan teman2 yang sampai saat ini saya masih menyebut, teman baru. saya tak punya rencana panjang untuk mengenal mereka lebih jauh. mengenal mereka tidak membawa manfaat apa-apa selain rasa sakit kepala, dendam dan stres yang berkelanjutan karena menahan rasa ingin marah, jengkel, sebal dan curiga berkepanjangan. saya ingin jujur pada mereka, saya benci mereka. saya tak habis pikir kenapa saya bisa terdampar di lingkungan yang orang2nya senang bermusuhan. baru di kota ini saya mengenal ada teman yang jadi musuh.

saya benci harus selalu mencurigai setiap orang yang saya temui. ini sebuah keterpaksaan karena orang yang baik di tempat ini sama dengan cari muka. saya tak mengerti kenapa kita harus mencurigai orang2 sedangkan orang2 tersebut tak melakukan hal2 mencurigakan. dan kenapa harus bersikap acuh dan cuek bahkan mengekpresikan rasa tidak sudah secara terang2an kepada orang yang lebih tua padahal orang tersebut tidak berbuat jahat pada kita.

saya hanya heran, kenapa saya harus menjadi bagian dari mereka? ikut jadi orang yang suka curigaan, ikut jadi orang yang harus menjauhi orang lain, ikut menjadi orang yang selalu menyalahkan orang lain atas tuduhan2 orang lain, halaaah… muntah saya di tempat itu. di kamar itu. di kos yang …. KENAPA HARUS ADA ANAK SMA DI SANA YANG LABIL DAN ABABIL! JARI TENGAH BUAT MEREKA BERDUA!

Hei kau, Na…

:mbob

 

 

di antara keramaian yang kita punya, Na…
ada yang menenggelamkan mata kita
yang begitu khusyuk menapis cucuran hujan
dan mengalirkannya ke dadamu yang selalu kulihat
seperti lautan.

barangkali kau memang lupa, Na…
dosadosa yang tersesat di sela jari-jari kita
adalah luka yang kebas rasa
pedihnya telah terkubur kedalaman waktu.

di senja ini, Na
sunyi berdenyut di mana-mana
mencari jalan pulang menuju hatiku
dan kau, Na… yang kerap tersesat di antara keramaian
duduklah di sampingku sebentar,
izinkan aku bercerita
tentang hujan, buku dan secangkir kopi.
tentang perjalanan hati menjadi puisi.

Kehilangan yang kesekian kali lagi

kehilangan adalah cara Tuhan untuk memberitahukan kita bahwa kenangan itu tak bisa berlalu begitu saja. saya atau siapa saja pasti telah banyak belajar dan bercermin dari kehilangan apa pun. ya, segala macam kehilangan di muka bumi ini, hanya satu hal yang kita sama-sama sesalkan, adalah kenangan. waktu-waktu yang telah kita lampaui bersama seseorang, benda bahkan tempat atau binatang peliharaan yang tiba-tiba terampas, lenyap dan hilang, waktu-waktu yang berlalu itu sayangnya tidak akan pernah kita raih kembali. tidak akan pernah bisa kita rakit ulang menyerupai yang semula. itulah satu-satunya yang sangat dan paling kita sesalkan, adalah kenangan. adalah… pertemuan itu sendiri.

tapi Tuhan memang selalu punya cara untuk memberitahu kita sesuatu yang lain yang lebih berharga. untuk sekedar menyadarkan kita bahwa waktu itu memang sangat amat berharga untuk hanya sekedar kita lalui begitu saja.

 

Seharusnya engkau memahami apa yang kami rasa, Bapak [35% fiksi]

  • sudah beberapa hari bapak ada di kota itu. cuma membawa 1 helai baju karena bapak tak mengira akan selama itu. di rumah yang mulai terasa sepi, diam-diam ibu melipat sehelai demi sehelai baju bapak. membawanya dari dalam lemari lalu merapikannya untuk kemudian ia letakkan lagi ke dalam lemari lalu esok malamnya ia keluarkan untuk dirapikan lagi. di luar hujan turun dengan tenang, setenang hati ibu. [35% fiksi]
  • memang benar, jika mereka hidup mendekati kami; adalah bala yang datang. mungkin kami telah lupa rasanya menjadi orang-orang yang dulu tak mengenal dekat mereka. hari-hari yang seharusnya membebaskan Bapak dari tugas-tugas berat kini lebih menjadi hari-hari yang keras, menguras keringat dan luka kami. kami pun tengah terbiasa bermandikan air mata dalam kubangan duka. memang benar, jika mereka hidup mendekati kami; adalah bala yang datang. bala yang tiba dengan wajah seperti malaikat.
  • Apa kabar bapak? Di sini malam begitu dingin. Hujan turun sepanjang hari, seperti curahan hati ibu yg mengalir setiap menit, yang selalu menerka-nerka.. Sedang apa bapak di sana? Apakah hujan juga turun sepanjang hari seperti di sini? Apakah di sana malam sedingin ini? Sedingin di sini, bapak? [35% fiksi]
  • pulang pergi ke kota itu tiap minggu, bapak tak lelah kah? Aku yang melihat bapak begitu terus dgn para alien itu saja, sudah lelah. Lalu kapan bapak diam di rumah, mendengar cerita-ceritaku tentang kota yg dingin dgn rumah-rumah tuanya?
  • Bapak kena hipnotis dan diculik alien, berbulan-bulan yang lalu. Sejak kami kedatangan tetangga baru.

 

 

GATAL!

Apakah keseimbangan bumi akan terganggu apabila, Nyamuk tidak pernah Tuhan ciptakan?