Akhir2 ini saya merasa jenuh. kebosanan mencapai tingkat tertinggi. selain saya sepertinya puasa menulis cerpen karena pikiran saya terganggu oleh masalah2 seputar kampus dan kamar kos yang tidak sehat untuk mental, saya juga sengaja untuk menjauh dari menulis.
jadi karena semua ini, stres melanda. saya merasa sendiri di tengah kota yang dingin dan orang2 yang dingin. saya ulangi, saya merasa sangat sendiri. saya tak punya teman bicara yang sehat dalam berpikir, yang terbuka dan tidak sempit pikiran. saya tidak punya teman sehobi, sharing masalah tulisan dan bacaan. di kos, orang2 saling bermusuhan. di kampus, orang2 sudah memiliki teman sejati masing2 sehingga orang baru tidak mudah di terima. jadi saya dekat dengan mereka atau mereka dekat dengan saya hanya karena perlu.
di kota ini, saya mengulang kisah sd. di mana saya punya prinsip, menambah satu teman sama artinya menambah satu masalah. ini semua membuat saya kesepian dan pikiran iseng menjamur.
saya jadi penasaran dengan respon orang2 apabila saya berbuat sesuatu yang tidak biasa. seperti merubah penampilan, ikut konter menyanyi atau beberapa hal nekad lainnya, marah2 pada orang yang suka iseng menelpon saya tengah malam, atau buka lapak meramal karena saya punya kartu tarot.