Hujan
September 24, 2008
Category: Book
By : Thee & Rien
Genre : Mystery & Thrillers
Sebuah Fiksi. Novel Thriller Fiction dengan kontroversi sosial politik, pertama di Indonesia. Sarat dengan konflik dan permasalahan tak terduga. Juga hal-hal yang marak terjadi di masyarakat. Mengetengahkan problema kontroversial, seperti hubungan homoseksual atau sikap anti-sosial dan non aktual yang kian menjamur saat ini. Dihadirkan pula argumen anti politik yang menghadirkan unsur PKI dan orde lama. Dikemas dalam fiksi yang berani hingga membuat kerasnya alur cerita maju-mundur yang ditampilkan di dalamnya.
bersumber :
http://missthee.blogspot.com/
*ini memang novel Thriller Fiction sosial politik pertama di indonesia. ceritanya lebih realistis dan di olah dengan kemasan yang jenius.
saia bersyukur, tak sengaja menemukan novel ini di gramedia.
Pintu terlarang
September 22, 2008
By: Sekar Ayu Asmara
Rating: ****
Page: 227 Halaman
Penerbit: AKOER
Ini kali pertama saya baca buku bertema thriller yang di tulis oleh pengarang local. Surprise, ternyata ada lo penulis negeri sendiri yang bisa menulis sebagus ini. Buku ini bisa membuat saya ikut larut dengan 3 kisah berbeda yang di paparkan, dan saya ikut merasakan ketegangan yang dirasakan oleh Gambir, salah satu tokoh dalam buku ini.
Buku ini di bagi kedalam 3 cerita, masalah yang di angkat juga berbeda-beda. Saya sempat dibuat bingung dan penasaran apakah ke 3 cerita ini pada akhirnya akan berbenturan atau tidak?
Cerita pertama, tentang seorang anak berusia 9 tahun yang mendapat kekerasan fisik sejak kecil oleh kedua orang tuanya, dia di cap anak NAKAL oleh mereka. Dan si anakpun tumbuh menjadi anak yang upnormal!.
Cerita kedua, bercerita tentang Gambir, pemuda tampan dan sukses dengan karirnya sebagai pematung. Talyda, istri gambir seorang perempuan yang cantik, perfeksionis dan juga sukses dalam pekerjaan. Mereka mempunyai hubungan suami istri yang sangat aneh!.
Bila di depan umum mereka merupakan pasangan yang bahagia dan sangat serasi, namun itu tidak mereka dapatkan bila mereka sedang berdua saja!, berbagai macam intrik dan misteri yang menyelimuti kehidupan mereka.
Terlebih setelah Gambir begitu penasaran dengan Sebuah pintu di ruangan kerjanya. Pintu terlarang, begitu istrinya menjuluki pintu itu.
Talyda berdiri bertolak pinggang sambil mendengarkan pengakuan Gambir, “Kamu ingat ya Gambir. Pintu itu adalah pintu yang terlarang.” Ia menudingkan jari telunjuk dekat ke wajah Gambir. “Sekali kamu buka, semua yang kita telah bina selama ini akan hilang. Sekali kamu buka, hidup kita akan berakhir. Hidup KAMU akan berakhir!!!”
Cerita ketiga, tentang Ranti seorang wartawan yang terobsesi mengungkap kisah anak yang menjadi korban penganiayaan kedua orang tuanya.
Ketika ketiga cerita ini saling berbentur, kebenaran-kebenaran mulai merembas ke permukaan. Akhirnya Gambir membuka pintu terlarang dan menemukan jawaban akan rahasia yang selama ini memenjarakannya.
Bagaimana endingnya? Well… silkahkan cari tau sendiri biar kalian-kalian tidak kehilangan greget saat membaca buku ini. Saya kasih empat bintang untuk buku ini.
sumber :
shriereview.blogspot.com/2006_11_01_archive.html
novel tanpa ampun…
Maret 28, 2008
Judul : Dan hujan pun berhenti…
Editor: Ariobimo & Mira R,
Spec: 14x 20 cm, xii + 324 hal.
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Harga 38.000
Sebuah Novel, Pemenang Khatulistiwa Literary Award (Penulis Muda Berbakat)
“Cerita
yang intens dan tanpa ampun. Kita dibawa bertubi-tubi menyelami jurang
terdalam si tokoh dengan gaya menulis dan ilustrasi kata yang spontan
dan liar”
- Sitta Karina, cerpenis dan novelis Lukisan Hujan dan Pesan dari Bintang
“Ceritanya
menarik dan bikin penasaran. Belum ketauan ending-nya gimana sampai
kita baca halaman terakhir. Cerita yang berganti-ganti antara kejadian
sekarang dan masa lalu terjalin dengan rapi dan berkesinambungan.
Temanya juga rada2 “dark”, agak berbeda dengan teenlit-teenlit lain
pada umumnya.”
- Luna Torashyungu, novelis Victory, trilogi Sweet Angel, dan Beauty and The Best
“It’s
so dark, morbid ta pi dengan sentuhan intelektualitas. Cynism with a
class. People deserve to get a good read and this novel is just
something AND different.
- Angling, mahasiswa UGM











