akhir-akhir ini banyak orang yang sinis. banyak orang yang curiga. banyak orang yang diam-diam. banyak orang yang berpindah-pindah… (saya, ya begini2 saja) kenapa ya mereka? apalagi sih yang mereka cari-cari?
mungkin inilah yang namanya kembali kemasa kanak-kanak. saya lihat mereka seperti balita yang tengah menangis dan ngambek karena dalam pesta ulang tahun, tak kebagian permen dan cokelat. apalagi yang ingin mereka dapatkan? apalagi yang ingin mereka cari? saya mengira mereka sebagai orang-orang yang dewasa baik secara umur maupun mental harusnya mengerti dengan hukum sebab akibat. segala sesuatu pastilah berubah menjadi bentuk-bentuk yang sesuai dengan akibatnya. jika heran melihat perubahan-perubahan tersebut maka carilah sebabnya. gampang. mereka tinggal mengoreksi diri. bagaimana baik dan buruknya. bukan malah mengasingkan diri seolah-olah mereka sudah tidak menjadi orang penting lagi.
apa gunanya menjadi orang penting jika sewaktu dibutuhkan malah hilang entah kemana. mungkin benar, mereka haruslah membawa cermin dalam setiap perjalanan mereka. mereka harus melihat diri mereka lebih dalam. mereka haruslah berperan benar-benar sebagai diri mereka agar mereka tahu, mereka bisa.
jadi mengapa mereka sinis? mengapa mereka curiga? mengapa mereka diam-diam? mengapa mereka berpindah-pindah? entahlah
nb:
kepada teman kost yang tak pernah pulang. kepada orang-orang yang hilang diam-diam. ini kekecewaan saya. saya tak ingin sendiri lagi. seperti masa-masa yang lalu. dan beginilah cara saya bersyukur. melakukan yang terbaik semampu saya.