kehilangan
Oktober 28, 2009
hari ini, hari kehilangan.
dompet, flash disk, mp4ku hilang. ditambah dua buah hape punya sepupu.
simaling bekerja tadi malam dengan mencongkel jendela kamar yang sudah berteralis.
entah mengapa tadi malam aku g minat tidur di kamarnya (sepupu) dan memilih tidur di kamar anak kostnya. padahal seperti hari2 biasa aku selalu tidur dikamarnya. pas pagi waktu aku mau ambil flash disk di tempat nyimpan pena, tas ku udah tergantung di dekat jendela dengan isi acak2an. sedang sang sepupu masih tidur pulas di tempat tidurnya.
ternyata isi tasku semuanya ilang, dan hp sepupu yg letaknya dibawah bantal juga ikut hilang. gila tuh maling, tasku juga jauh dari jendela bisa dia embat, hp dibawah bantal juga. pake ajian apa sih dia. sepertinya punya ilmu hipnotis.
tapi dari kesemua yang hilang yang paling berat itu hilangnya memori, kenangan, bukti2 jejak kita pada benda2 yang mungkin tak berharga itu. dimana disana, ada jerih, sedih, senang, puas, dan macam2 kenangan yang menempel disana. yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. yang hilang adalah waktu dari kebersamaan benda2 itu.
ML alias Mati Lampu
Oktober 23, 2009

ternyata warga pekanbaru memang warga yang sabar (bukan karena aku mang tinggal di gang sabar), kenapa nggak ? tiap hari harus menderita (halah) mati lampu secara menahun. persis seperti jadwal minum obat. 3 kali sehari. kalo cuma 2 kali sehari, nggak asyik cuy !
jadi mengingat kondisi alam pekanbaru yang gersang, panas, gerah, berkeringat dan banyak nyamuk (ugh !!!), agar hidup lebih enjoy di alam pekanbaru nan berbahaya ini (halah mak) maka aku buka sebuah kelompok, dimana kelompok tersebut adalah orang – orang yang cinta akan mati lampu. peduli akan mati lampu. gembira bisa hidup dalam kegelapan mati lampu. dan merasa selalu ingin mati lampu. hidup mati lampu !!!!
jadi sapa yang mau mendaftar menjadi anggota parlemen (halah) anggota genk pecinta mati lampu ? pendaftar pertama akan mendapatkan jatah mati lampu dari pln lebih dari satu abad seumur hidup. asyik kan.
untuk info lebih lanjut, hubungi : sukampret 09876543xx (bebas pulsa)
teman
Oktober 21, 2009
“ditengah keramaian… suara riuh rendahnya dunia…
dan kurasa sangat sepi…
hanya suaramu inginku dengar dikesunyian ini dan memecah keheningannya
kemana pun aku pergi tiada tempat bisa menghiburku…
aku pun semakin sepi…
hangat pelukmu ingin kurasa dimalam yang dingin ini
dan memecah kebekuannya… ” B.I.P – struggle (tak kan pernah)
rindu seorang teman seperti ibuku… yang mau mendengar keluh kesah… yang mau menyertai tawa… yang mau mengajak bernyanyi bersama… yang membuat mengerti arti hitam dan putih… yang mengajak mencicipi rasa pahit dan manisnya hidup. yang membuat aku mendengar suara hatinya… menyentuh dingin hatinya… memungut derai tawanya…
saat gempa Sumbar terjadi, aku sedang berada di dalam rumah, pekanbaru. waktu itu pekanbaru sedang melakukan pemadaman listrik. gempa dari Pariaman itu terasa cukup kuat. seperti berayun – ayun layaknya sedang berada di dalam kapal. setelah gempa dipastikan berhenti, aku langsung menghubungi keluarga di padang. ayah, ibu dan ketiga adik – adikku.
telponku tak tersambung. setiap ditelpon selalu terdengar nada sibuk. perasaanku mulai kacau. biasanya sinyal hanya beberapa menit tak berfungsi jika siap gempa (berdasarkan pengalaman gempaku dipadang) tapi kali ini beberapa jam. aku bertambah cemas. pikiranku mulai berkecamuk. aku jadi mikiran yang nggak2. jadi mikir, jangan2 kota padang tenggelam karena ada tsunami, jangan2 kota udah rata dengan tanah, keluargaku… ?
pas lewat tengah malam, aku coba untuk menelpon ke telpon rumah. tersambung ! tapi tak ada yang mengangkat. 1 kali… 2 kali sampai berkali2 tetap tak ada yang mengangkat. aku sudah bertambah cemas dan kacau.
aku mulai menangis sendirian di dalam kamar. membayangkan nasib keluarga dan saudara2ku di padang.
besok paginya aku pergi kuliah. nah disana baru bisa aku nelpon dan tersambung dengan keluarga dipadang. ternyata mereka tidur di mesjid tak jauh dari rumah tadi malam. tapi ibuku bilang sepupuku yang memiliki toko di Sentral Pasar Raya masih terjebak dalam gedung bertingkat itu dan kabarnya belum diketahui. aku langsung menutup telpon dengan segera. tiba2 badanku menggigil, tanganku gemetaran. aku kesulitan mengatur napas. mataku terasa panas. air mata pun mengalir. aku berdiri tertunduk ditopang tiang beranda di depan kelas. disampingku, teman2 laki2 sedang asyik bersenda gurau begitu juga dengan teman2 perempuan yang asyik tertawa dan berkelakar di dalam kelas.
dosen pun masuk. aku mencoba untuk tenang dan duduk di dalam kelas. entah trauma akan gempa entah karena shock mendengar kabar mengenai sepupuku yang pasti susah payah aku mencoba untuk tenang.
pelajar kali itu psikologi umum. aku sama sekali tidak membuka buku. satu pun. di atas mejaku hanya ada tas sandang warna hitam dari kulit yang kupeluk erat. mungkin pandanganku kosong. aku sedang memikirkan nasib orang2 dipadang dengan begitu seriusnya. sempat terpikir untuk permisi pulang saja tapi tak kunjung kulakukan karena aku tak sanggup berdiri bahkan berbicara. anehnya dosen psikologiku tak menyadari kondiri psikologiku saat itu, apalagi aku duduk di bangku depan. tapi syukurlah tak ada yang memperhatikanku. karena mereka semua tidak punya ayah, ibu dan adik2 yang berada dipadang. wong orang padang cuma aku seorang.
tiga hari setelah gempa aku sudah bisa berkomunikasi dengan lancar dengan keluargaku di padang. aku mendapatkan banyak informasi dari mereka. ibuku bilang sepupuku sudah pulang dalam keadaan hidup, sehat wal’afiat. dia ternyata hanya terperangkap 5 menit di Sentral Pasar Raya (SPR) yang kini telah rata dengan tanah. syukurlah. dan aku juga sudah bisa menghubungi semua teman2 dekatku di padang. alhamdulilah mereka masih hidup dan sedang dalam keadaan yang baik2 saja.
sempat ibuku bercerita lewat telpon, orang2 di padang sedang kesulitan air bersih. banyak yang melakukan aktivitas bersih2 di bandar kali yaitu sebuah sungai besar tak jauh dari rumah dan juga tak jauh dari kantor gubernur padang. ada juga yang ngebocorin pipa air buat nampung air. bapakku sampai bersedia boker di kali hahaha. ya mau tak mau harus mau. persediaan air di bak penampungan di rumahku sudah tinggal sedikit. tapi setelah itu ibuku bilang, “Ingat tidak ? rumah kecil yang kita bangun di sekitar jalan bay pass ? rumah yang dibelakangnya dipenuhi hamparan sawah nan hijau. rumah itu ndak rusak sama sekali jee. rumahnya dikontrak ama orang. pagar rumahnya dari kayu yang dijalari tumbuhan, hijau. dihalamannya tumbuh pohon mangga dan alpukat. semua warga di sekitar situ ngambil air bersih dirumah kita itu. soalnya cuma sumur dirumah kita yang masih berfungsi. airnya sangat jernih. ibu bersyukur sekali Allah s.w.t masih memberikan nikmat yang tak terhingga pada keluarga kita dalam keadaan sulit seperti ini. apalagi nikmat itu bisa dinikmati oleh orang2 banyak yang membutuhkan.”
pipiku langsung basah dengan air mata mendengar ibuku menceritakan mengenai hal tersebut. aku benar2 bersyukur semua anggota keluarga berserta orang2 terdekatku sekarang dalam keadaan yang aman. Tuhan melindungi mereka. ingin sekali aku pulang ke padang. jika kupulang, ingin kupeluk satu – persatu semuanya.
ingin sekali kupeluk mereka.
sampai saat ini aku tak bisa menahan air mata dalam sholat. Allahu akbar ! Allahu akbar ! Allahu akbar !
sedikit ocehan
September 29, 2009
ada yang datang dan ada yang pergi. ada yang melengkapi dan ada yang hilang. semuanya datang silih berganti. karena perputaran kehidupan. ada yang dibawah dan ada yang di atas. ada yang sedang merasakan diatas awang2 dan ada yang lagi terjatuh.
jauh dari itu semua, tergantung bagaimana cara kita menyikapi. bagaimana pemikiran dan iman kita. buka mata, buka telinga dan buka hati. semua hal akan sangat menyenangkan sekalipun itu menyakitkan.
semoga kita bisa menjadi seseorang yang kokoh dan menyabar.
pekanbaru – padang (dalam perjalanan pulang)
Agustus 27, 2009
minggu lalu aku sempat pulang ke rumah di padang. perjalanan dari pekanbaru ke padang lebih kurang mencapai 6 jam. aku memilih perjalanan malam. berangkat pukul 21.30 dengan menaiki travel langganan. yang kagetnya pas baru masuk ke dalam mobil ada salah satu penumpang yang nyeletuk “wah, ini penumpang perempuan satu – satunya nih”. buset dah… aku bukan kaget lagi tapi rasanya pengen ngebatalin perjalanan. hahaha habis takut sih. gelap2an ama lima org cowok. hiiiii.
tapi yaa.. mau tak mau kuharus melanjutkan yang tersisa (loh kok malah nyanyi ?) ya.. mau tak mau aku kudu masuk dan mencoba menikmati perjalanan dengan enjoy. menenangkan hati sendiri. dan mencoba untuk jangan cemas. kalo cemas aku punya kebiasaan susah napas. sampe rasanya mau mati huhuhuu.
yah… untungnya cowok2 di dalam mobil kerjanya cuma tidur kecuali sang sopir tentunya. jadi selama perjalanan aku nahan diri agar nggak tidur !!! sampai 6 jam kedepan huhuhuu. tapi tiba2 pada pukul 12 dini hari. bapak2 yang duduk dibelakangku (aku dudukdi bangku tengah) tiba2 menangis sambil berbicara pada seseorang di sebrang handphonenya. menangis tersedu2 dengan suara serak serak basah gimana gitu. pertama aku pikir dia ketawa ternyata dia nangis pas aku dengar bunyi ingusnya dia tarik ulur terus hahahaha. aku coba menebak apa yang sedang mereka bicarakan di dalam telpon. anggapan pertama, mungkin dia menyesali sesuatu jadi dia bersedih. anggapan kedua, mungkin si bapak putus cinta ? anggapan ketiga, si bapak adalah laki2 yang menganut poligami, jadi dia sedih dan bingung bagaimana berlaku adil terhadap istrinya. ketiga anggapan itu muncul dari hasil ngupingku.
ah… aku simpan semua anggapan2 itu untuk nanti saja ketika si sopir telah sampai di depan rumah si bapak.
pada pukul 1 pagi perjalanan berhenti di sebuah tempat yang menjual makanan khas sumatra barat yang bernama “MINTUO” alias mertua. nama yang aneh untuk sebuah nama toko. mungkin ada sejarahnya. karena cuaca dingin jadi aku keluar untuk menghirup udara segar sekilian ngemil dikit dan merenggangkan otot2 badan yang kaku.
aku duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu yang berada di depan toko. aku duduk paling ujung sedang yang sisanya di duduki 2 orang penumpang cowok. aku mulai membuka botol air yang aku ambil dari jok belakang mobil travel (biasanya air mineral di bagi2kan oleh sopir sebelum berangkat tapi waktu itu nggak seperti biasanya jadi aku mengganggap tindakkankumengambil botol berisi air mineral itu sebagai mencuri hahahaha) . nah setelah itu aku juga mulai membuka roti gabin atau creker apalah namanya yang diatasnya di lapisi abon sapi yang manis berwarna orange. ini kali pertamanya aku makan itu dan ternyata enak sekali lilililililili. cuma aku sanggup makannya dua bagaian aja soalnya segan makan disana. rasa2nya diliatin ama orang sebelah.
setelah beberapa menit mobil pun kembali melaju. sudah pukul 2 pagi, rasa kantuk perlahan2 mulai merasuk akibat efek dari alunan lagu2 kangen band dan hijau daun seerta lagu2 melayu yang tidak jelas. sumpah itu lagu kayak lagu nina bobo. orang udah susah payah nahan kantuk harus menyerah perlahan2 gara2 dengar lagu kangen band ama hijau daun dan lagu2 melow mendayu lainnya yang tidak jelas. sumpah rasanya pengen berinisiatif nukar lagunya dengan yang lebih semangat lagi.
akhirnya aku sempat tidur barang beberapa menit. kemudian aku terjaga karena mendengar suara bapak2 di belakang yang ngomong, “akhirnya tidur juga dia ha ha ha ha”. aku rasa dia sedang mengejekku hehehee. aku yang dibicarakan langsung membuka mata lebar lebar lalu bergerak sedikit buat merenggangkan otot. huh… berapa lama lagi sih perjalanan ? pantatku rasanya waktu itu benar2 sakit. tempat duduknya nggak enak. kayak duduk di batu.
hmm… singkat cerita sampailah mobil di padang kota tercinta kujaga dan kubela. si sopir mengantar si bapak yang duduk dibelakangku terlebih dahulu. beberapa menit si sopir dan si bapak terlibat adu mulut di luar ketika si sopir mengantar si bapak keluar mobil. ternyata si bapak kagak bisa bayar uang ongkos travel. dia berkilah akan membayarnya esok hari di kantor travel. usut punya usut si sopir pun bercerita selama perjalanan setelah merelakan ongkos yang tidak di bayar oleh si bapak itu. si sopir bilang si bapak itu emang terkenal suka ngutang tiket travel. semua supir travel tau kebiasaannya tapi petugas di kantor kagak tau jadi dia selalu lolos dari mengawasan dan selalu menyusup di antara penumpang setia yang taat peraturan.
si sopir bilang, si bapak itu istrinya banyak. aha… anggapanku ternyata benar.
ah. aku jadi malas melanjutkan ceritanya. yang jelas akulah orang paling terakhir di antarkan oleh si sopir ke rumah. gila, aku sampai cemas2 takut gimana gitu pagi2 buta jam setengah empat berkeliaran berdua dengan si sopir yang aku nggak tau siapa. tapi untungnya karena nih travel adalah travel resmi dan terdaftar jadi selama perjalanan aman sentosa. ha ha ha ha…
tiba dirumah, disambut oleh bundah. aku langsung masuk kamar saking lelahnya eh ternyatah kamarku di penuhi makhluk2 luar angkasa (adik2ku) yang sedang tidur dengan pose yang tidak karuan. ibuku bilang, mereka ngungsi ke kamarku gara2 takut gempa. kebetulan aku pulang pas padang lagi musim gempa. ya aku pasrah saja dan aku jadi beristirahat di kamar mereka dengan ibuku. eh tau2nya gempa menggoncang padang. kami lari dan akhirnya tidur di ruang tamu dengan koper dan segela bawaanku yang masih berantakan.
cerita selesai. laparrrrrrrr……….. (hus… ingat puasa !!!!)
adalah dunia baru…
Agustus 13, 2009
akhirnya tibalah aku pada sebuah ketetapan yang mengubah hidup. kini aku harus tinggal jauh dari keluarga. ayah, ibu dan semua adik2. pekanbaru adalah tempatku menetap sekarang. di sini aku tinggal dengan keluarga paman yang kebetulan seorang dosen.
di awal bulan aku resmi menjadi mahasiswi disalah satu universitas negrinya lewat jalur snmptn. jadi kini aku benar2 meninggalkan kampusku yang dulu. biar rugi 4 semester tapi rasanya biarlah. sepertinya semua belum terlambat untuk memulai yang lebih baik. bukan hanya harus meninggalkan kampus tapi aku juga harus meninggalkan teman2 baik disana. sebenarnya banyak kerugian belakangan aku rasa. cuma semua tergantikan berkat dunia baru ini.
ya aku sebut dunia baru karena memang, semua hal begitu baru bagiku. aku belum pernah merasakan pergi dari rumah selama berhari2 dan kini harus kualami berbulan2 sampai beberapa tahun kemudiannya. aku juga di padang jarang bersosialisasi dengan orang2 dan disini hahahaa ramai sekali. kebetulan rumah baruku berada di lingkungan yang penuh anak2 serta ibu2 tukang gosip, sungguh suatu keadaan yang sangat ceria. berbeda sekali dengan rumahku di padang yang tenang dan para tetangga di sana lebih asyik bersembunyi di dalam rumah ketimbang bercengkrama dengan para tetangga.
pokoknya aku jadi bisa membandingkan antara kehidupan dan kebiasaan rumah yang di padang dengan kehidupan dan kebiasaan rumah di pekanbaru. dan aku masih menyukai suasana di padang di banding di pekanbaru yang super panas, penuh polusi udara serta hahaha nyamuk di sini 3 kali lipat besarnya daripada nyamuk di padang. beh, malam2 habislah. malam2 juga berasa berada di sauna. panas. yang nggak enak satu lagi, dipekanbaru masih sering mati lampu. menyebalkan. kalau sudah begini, aku harus belajar pada patrik temannya spongebob. belajar bagaimana caranya untuk bisa “tidak melakukan apa2″ alias melongo kosong melompong.
hey, yang anehnya setelah aku tiba di pekanbaru, pekanbaru jadi sering hujan. padahal lagi musim kemarau. hehehe…. hawa manusia pemanggil hujanku mungkin masih berfungsi di sini
fuihhhhh…. yang penting, akhirnya aku bisa menemukan warnet disini maksudnya udah berani keluar buat cari warnet (kalau g ada yang ngajak mungkin blm ol2). sekarang aku pengen kembali nulis lagi. iseng2 nulis cerpen dan sajak2 yang aneh. tunggu, laptopku masih di padang. semua file cerpen dan lain2 ada disana. aduh…. duh… duh… kudu lewatin ospek dulu baru bisa pulang
mau tulis apalagi jee ? apa ya… yang pasti aku paling rindu dengan ibuku. dia langsung jatuh sakit euy setelah aku pergi dari rumah. ibu ama bapakku langsung demam. hahahaha. habis, baru kali ini ortuku pisah dengan anaknya. ya, tenang mam & pap. anak pertamamu ini tiba2nya saja terpanggil oleh sesuatu entah apa. suara itu nyuruh daku pergi dari rumah dan tinggal di suatu tempat yang jauh buat nuntut ilmu. jadi beginilah. inilah jawaban mengapa daku selama disana selama 3 bulan terakhir di padang menjadi aneh. nyaris seperti orang stres. karena.. entah mengapa merasa ada satu masa yang akan mengubah semua hal. dan aku benar2 sedang menunggu waktu yang tepat selama 3 bulan keanehan. dan inilah jawabannya mam, pap.
aku ada disini jauh dari kalian bardua. aku merindukan kalian disana.
sedang apa ibu sekarang ? sudah sembuhkah dari demam ?
bapak juga, sudah pulang kah dari kerja ? sudah sembuh kah ? keran kamar mandiku yang kurusak waktu akan pergi ke pekanbaru apa sudah bapak tukar dengan yang baru ?
kamarku aman kah dari tangan jahil adik2 ? aduh, aku jadi ingat celengan teru teru bozuku. bonekanya juga ada yang tergantung di kaca lemari. untung aku sudah melepas jimat teru teru bozu yang kugantung di jendela kalau tidak bisa dianggap kemaramat oleh ibu hahaha bisa2 ntar dibuang. fuihhh….
aduh… orang yang ngajak aku ke warnet udah ngajak pulang. matilah huhuhuhu… nggak mau di tinggal karena aku belum tau jalan. sepertinya 2 jam nggak cukup buat berselancar di dunia maya. hahaha.
ya sudah…. moga2 nanti aku bisa bikin posting baru lagi dalam waktu dekat. yang pasti, blog ini blm tamat
salam kangen (bukan kangen band ya !!!)… ^^v
tulisan terakhir
Juli 25, 2009
tidak ada hal yang patut ditulis lagi di sini. karena di dalam benakku dipenuhi hal – hal yang payah dan bodoh.
mungkin untuk beberapa waktu tulisan ini akan menjadi posting terakhir di sini. lagi pula, tulisan – tulisan di sini sama sekali tidak penting.
keadaan diluar sana masih belum jelas. apa pun bisa terjadi dan semua membuatku lelah.
-tulisan terakhir di bulan juli-
apa itu ?
Juli 20, 2009
hey, aku ingin bertanya pada siapa saja. tapi pertanyaan ini sedikit aneh. hmm, apakah kau tau, bagaimana seseorang itu bisa dikatakan gila ? maksudku untuk dirinya sendiri. untuk orang yang gila itu apakah dia tau atau sadar pada saat detik2 dia menjadi gila ? mungkin kah dia tau dia akan gila dari ciri2 atau sesuatu yang aneh ? apa dia tau sebabnya dia menjadi gila ?
hmm, pada saat orang berada dalam tahap peralihan dari waras ke sinting apa yang dia rasakan ? apa yang dia pikirkan ? bagaimana bisa demikian ? bagaimana bisa dia jadi gila padalah sebelumnya dia biasa2 saja.
apakah dia suka berteriak ? marah2 ? tertawa2 atau menyakiti dirinya sendiri sebelum akhirnya kesadarannya akan kewarasan terenggut lalu menjadi gila ?
lalu apa rasanya ?
apakah kita sadar kita gila ? atau kegilaan itu sendiri yang menyadarkan kita dengan dunia yang paling waras ? haaaa bikin bingung.
hey, aku takut jangan2 aku gila. hehehe. mungkin karena kadar autisku lagi tinggi makanya aku ngerasa agak aneh. hmm, wajar tidak sih kalau ada saat2nya kau bisa tiba2 memikirkan masa lalu. lalu dengan cepat semuanya muncul seperti film, berganti2. dan membosankan.
kau juga kadang bisa membuat film sendiri. kau menjadi sutradaranya dan kau juga yang menjadi pemainnya. pernah tidak seperti itu ? film yang ada di dalam pikiranmu itu bisa kau mainkan bersambung2.
hmm, itu gejala gila atau autis sih ? sumpah, aku bosan sekali dengan hal2 yang seperti itu.
hey, sepertinya ada yang tidak beres denganku. apa itu ?
b.o.d.o.h
Juli 18, 2009
aku mendengar suara iblis menyanyi. liriknya berisi mantra. mantra berwarna hitam. mantra yang memanggil – manggilku untuk mati saja.
hey, apakah mereka akan bahagia jika aku tak ada ?
b.o.d.o.h









