siapa sih setan ?

siapa sih setan ?

kenapa dia terkenal sekali dikalangan orang2 yang takut berbuat salah ?

kenapa juga mereka harus menyalahkan setan atas perbuatan jelek yang mereka lakukan ?

bukankah mereka sendiri yang salah ? mengapa menyalahkan setan ?

siapa sih setan ?

dimana rumahnya ?

sekolah dimana si setan itu ?

selalu diperbincangkan oleh orang2 saat pengajian. selalu disalah2kan atas segala kerusakan yang terjadi.

ada apa sih dengan setan ?

bukankah kita sendiri yang berbuat salah atas apa yang telah kita lakukan ?

“jangan dengarkan bisikan setan !!!” kata temanku.

“siapa sih setan ?” tanyaku.

“ah, bego kamu. masa’ nggak tau siapa setan ?” jawab temanku.

“kenapa kamu suka menyalahkan setan ?” tanyaku sekali lagi.

“ya, karena dia jahat. dia itu kotor dan hina,” jawab temanku.

“memangnya kamu pernah bertemu dengan setan ?” tanyaku.

“….”

“lantas ???” tanyaku sekali lagi.

“ahhh… pokoknya gitu deh,” jawab temanku menyerah.

walau bagaimana pun, segala perbuatan yang mengakibatkan kesalahan, kerusakan dan menjerumus ke hal2 yang tidak baik dan tidak terpuji, segalanya terlahir karena diri kita sendiri, yang… tak memiliki kontrol dan tak mampu mengendalikan nafs ammaroh, dan cenderung melayang di nafs lawwamah. sehingga qolbu yang bersifat membolak – balik itu condong ke sisi negatif apalagi karena kita tak memiliki dasar keyakinan yang kuat.

jadi, peran setan disini adalah hanya sebagai “penguji” seberapa kuat dan mampukah kita melawan sisi negatif yang keluar dari dalam diri kita sendiri atau dari luar diri kita sendiri yang terefleksikan sebagai persepsi negatif ke dalam diri.

tapi bagaimana pun juga, setan tetap lah setan. segala hal berjalan sesuai kodratnya.

segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, tak ada yang sia – sia. sekali pun setan, mungkin.

*terinspirasi dari buku Fahd Djibran “Curhat Setan” dan percakapan teman ym*

hidup itu seperti kunci mobil

5-1-08 car keykita suka sekali berangan – angan atau mengira – ngira apa yang akan terjadi diesok hari. kadang kita diliputi perasaan penasaran dengan apa yang akan terjadi  karena kita meyakini akan mendapatkan kebahagiaan atau kita sedang diliputi rasa cemas dan putus asa karena meyakini hari esok adalah hari yang buruk.

kita selalu mengharapkan hidup berjalan dengan baik sehingga kita dapat memetik hasil yang baik pula. dengan harapan demikian kita membangun diri dengan hal – hal yang positif dengan melakukan sesuatu yang terbaik dan bermanfaat. disisi lain ada yang berharap mendapatkan hasil yang baik tetapi yang kita lakukan hanyalah berharap karena dibalik harapan itu kita telah menyelipkan sebuah perasaan “ketidaksanggupan” yang mengakibatkan kita mengatakan “semoga hari esok adalah hari yang baik” sambil menghela nafas panjang.

terkadang kita tidak peka menerima pesan yang disampaikan melalui sebuah peristiwa atau sebuah pengalaman yang sepele bahkan dari pengalaman yang jika diingat hanya akan memenuhi memori di ingatan kita dan perlahan – lahan terlupakan. dan ketidakpekaan itu membuat kita seperti menjadi tuli, buta dan bodoh.

ada orang yang menyukai hidup yang selalu lancar, mengalir seperti sungai. tenang dan damai. tapi jika ia peka, maka ia sadar itu adalah kelemahannya. dalam kondisi demikian membuat ia tidak mengetahui banyak hal yang mungkin “lebih” dari sekedar apa yang ia alami. dalam kondisi demikian, kita suka sekali terhanyut dengan arus yang terlalu teratur. seperti dibuai, dimanja dan kita akan menjadi orang bingung serta tidak berdaya jika tiba2 segala yang telah tersusun rapi menjadi sebuah kepingan yang hilang satu persatu. pada akhirnya kelemahanlah yang kita upayakan selama ini.

masalah membuat kita mengetahui arti dari ketidakberdayaan sehingga kita mengupayakan menemukan jalan keluar dari ketidakberdayaan dengan memahami hakikat dari ketidakberdayaan itu. akan selalu ada hikmah dan tujuan yang tersembunyi dari sebuah masalah atau peristiwa. baik itu yang menimbulkan rasa bahagia atau yang membuat kita menangis dalam penyesalan. atau bahkan yang membuat kita tidak merasakan apa pun karena menurut kita itu adalah hal yang biasa saja.

ketidakberdayaan membuat kita bisa mempelajari bagaimana caranya agar menjadi bisa dan berdaya untuk melawan arus atau sekedar membuktikan bahwa kita adalah SESEORANG bukan berupa sesuatu yang tidak jelas dan bahkan tidak bisa dikatakan abstrak yang hanya menempati ruang dan tidak berpengaruh terhadap apa pun juga siapa pun. bukan hanya sekedar orang – orangan.

namun ada kalanya kita menjadi orang yang benar – benar tidak bisa melakukan apa pun selain meratapi nasib sambil mengulum air mata. duduk termangu mengulang masa lalu kemudian berandai2 berharap masalah atau peristiwa yang baru berlalu terulang kembali agar kita dapat memperbaikinya. berjalan mundur adalah sebuah keputusan bunuh diri. ada kalanya kita berhenti sejenak untuk melepas lelah lalu kemudian berlari kembali. bukan dengan cara berlari mundur yang hanya akan menambah masalah demi masalah. kita hanya akan menciptakan benang kusut di dalam kepala.

berhentilah sejenak. duduk tenang sambil mencoba menyatu dengan cuaca, suara, cahaya, angin dan perlahan – lahan pejamkan mata beberapa detik kemudian tersenyumlah. selamat datang hari baru ! ya, kita tidak harus terus berjalan kencang mengikuti jalannya waktu yang memang tidak pernah mau menunggu. adakalanya kita harus berhenti sambil menatap waktu yang telah meninggalkan kita jauh dari tempat semula kita terjatuh. aku rasa, dari kejauhan kita bisa melihat sebuah pembenaran yang kadang kita lupakan keberadaannya. atau sengaja kita melupakannya agar kita merasa kita sedang dalam keadaan yang baik – baik saja.

perasaan, tingkah laku dan segala macam respon yang keluar dari dalam diri itu tergantung bagaimana cara kita mengkondisikannya lewat hati dan pikiran. kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan. karena kita harus sadar, kitalah yang memegang kendali penuh atas hidup kita sendiri. atas tuntunanNYA kita mampu melangkah. selangkah demi selangkah maju.

anggap saja, hidup itu seperti kunci mobil. kau pasti tau apa gunanya kunci mobil bukan ?

kita hidup dalam pikiran …. kita sendiri

bagaimana kalau sebenarnya bumi berserta isinya memang telah ada sejak dahulukala dan “ada” karena memang seharusnya “ada”. dan begitulah adanya. dan semua rentetan kehidupan yang kita jalani adalah sebuah cerita dalam mimpi kita. bagaimana kalo segala hal yang kita lakukan adalah mimpi. dalam artian kita sedang bermimpi melakukan kegiatan dari sejak kita lahir hingga saat ini. dan sebenarnya kita tidak pernah ada “disini”.

(?)