renyai hujan masih menginginkan dingin yang lebih setelah mereka tahu, ia menghitam legam. dalam perjalanan menuju ufuk barat, ia begitu banyak bercampur luka. menyemburat jingga dan kemerahan yang muncrat ke sekitar angkasa, mengenai awan yang seputih kapas, mengenai lautan yang sebiru langit, mengenai burung-burung camar yang senantiasa mengikutinya. adakah ia tahu rasanya menjadi malam? melegam dalam balutan bintang dan menenggelamkan cahaya-cahaya yang tak berarti. ketika pagi tiba, adakah ia menyiapkan diri untuk rela terbakar dan enyah menjadi apa saja yang menyertai pagi. adakah ia memiliki nama lain selain senja? Tentu hanya ia yang tahu.
Bukittinggi, september 2011