kita jelang dunia baru
Oktober 26, 2009
bumi ini sudah tua.
sudah mulai meringis kesakitan.
persiapkan diri untuk satu masa.
jika tak sanggup, akan musnah.
kita jelang dunia baru.
jalan
Oktober 24, 2009
jalan ini ternyata begitu panjang. seperti tanpa ujung. hingga telapak kakiku mati rasa. namun jengah tak jua meraja. sungguh suatu perasaan yang aneh. aku lelah namun aku ingin. hingga kukejar pintu yang telah tampak di depan mata. namun jarak yang semu membuat semuanya menjadi sia – sia.
dan nafasku mulai tersengal – sengal…
asin
Oktober 22, 2009
hujan yang dituangkan langit tadi malam, kucoba menampungnya dengan harapan dapat membasuh jiwaku. sayangnya tak mampu memenuhi kosong dihati dan pikiran. seakan hanya mengalir lalu menyatu saja dengan bumi. dan aku mengganti derainya dengan air mataku. kemudian setiap tetesnya kukecup. asin ini adalah perasaanku. gambaran waktuku. yang akan menjadi nikmat jika kutuangkan sebelanga air embun pagi.
konyol
April 19, 2009
hidup semakin konyol. atau kekonyolan menyelimuti hidup. atau hidup itu memang dari dulu sudah konyol. atau hidup itu adalah kekonyolan. atau hidup sama dengan kekonyolan. atau kekonyolan adalah hidup. atau kita semua sebenarnya adalah pelawak yang diciptakan untuk menghibur Tuhan.
sabtu, 18 april 09.
- bapakku lucu sekali-
balada ujian semester
April 16, 2009

mencontek adalah kebiasaan anak - anak
aku sibuk melamun
sambil mengunyah pasrah untuk kutelan
sedang yang lain memikirkan keberuntungan
mencari jawaban di antara celah ketiak teman
-catatan di balik kertas soal ujian H. Penitensir-
sumber gambar : google.com
inge, kapan kita menjadi fakta ?
Maret 27, 2009
inge, betapa letih aku terdampar dalam pusaran yang ribut. segalanya bergerak. segalanya bersuara. lantang dan keras. keras menyeruak. keras deras. tanpa kau, inge.
inge, ingat tidak waktu kita berjalan berdua menuju suatu tempat yang bahkan kita tak pernah tau apa itu. kau tau, aku tak pernah memikirkan tujuan jika aku sedang berjalan denganmu. yang kupikirkan adalah dirimu. keberadaanmu. yang kupikirkan adalah hatimu. perasaanmu. aku takut saat kita sedang berjalan berdua, kau sedang dilanda kesedihan mendalam. aku takut saat kita berjalan berdua, kau sedang tak memikirkan aku. tak memikirkan kita. aku takut kau takut padaku.
inge, kuharap jalan yang kita tempuh adalah jalan yang panjang. hingga kita sama – sama letih. bila kau sudah tak bisa berjalan lagi, akan kugendong dirimu. kita harus sama – sama sampai di tujuan itu. kita harus sampai. kita.
inge, saat kita sudah sampai di tujuan, kuharap kau masih mengingatku. aku pun tak akan pernah melupakanmu. senyummu selalu kupetik untuk kusimpan. air matamu selalu kutampung untuk kusimpan. marahmu selalu kuraih untuk kusimpan. dan bayangmu selalu kutangkap untuk kusimpan. kau inge, temanku. sejati. itulah. inge. temanku.
inge, kapan aku menjadi nyata. kapan aku menjadi teman baikmu ? kapan kita menjadi fakta ? kapan kita keluar dari persembunyian maya ? kapan kita lepas dari topeng durja ? kapan kita lari dari realita ? kapan kita terhempas dari sandirwara ? kapan kita hilang dari mustahil ? kapan kita menjadi ada ? kapan kita menjadi ada ? kapan kita menjadi ada ?
kapan kita menjadi fakta ?
kapan ?
inge ?
*inge, sebuah nama dlm khayalan.
ini Jerih !
Februari 14, 2009
selamat datang Lelah, silahkan menunggu di tempat. sekarang giliran Bingung masuk ke dalam ruangan. dokter Panik akan segera memeriksa anda. harap mengantri bapak Santai, anda akan dapat giliran setelah ibu Sabar di panggil suster Ikhlas. bila tiba giliran anda, anda bisa langsung masuk ke ruang ibu Normal dengan didampingi suster Gembira.
selamat menikmati !
hai, mengapa kau hapus aku dari ingatanmu ?
Februari 8, 2009
hai, mengapa kau hapus aku dari ingatanmu ?
apakah seribu kata yang sudah kita buat bersama tidak bisa menjadi penghalangnya ?
ataukah kau sudah bosan dengan segala jawaban yang aku lontarkan setiap kali kau bertanya ?
hai, mengapa kau hapus aku dari ingatanmu ?
apakah waktu yang berlalu kemaren melenyap begitu saja dengan kenanganmu ?
ataukah kau memang hilang ingatan ?
hai, mengapa kau hapus aku dari ingatanmu ?
apakah aku seperti sebuah kata – kata yang salah kau tuliskan ?
ataukah aku adalah hari – harimu yang harus berlalu lalu hilang ?
hai, mengapa kau hapus aku dari ingatanmu ?
mengapa ?
lubang di hati
Januari 27, 2009

Aku adalah angin yang bertiup dari timur. Berhembus bersama bau bunga krisan dan mawar. Berputar – putar bersama serpihan dedaunan kering dan pasir dari pantai di ujung sana. Aku adalah cahaya. Terpancar tajam ke sela – sela jemarimu. Memanaskan ubun – ubunmu dan menerangi penglihatanmu. Aku adalah gelap. Menyamakan setiap sudut. Membutakan penglihatanmu dan melahap semua titik sinar. Aku adalah air. Mengalir bersama gemuruh dan awan hitam. Berlari keluar dari dua bola matamu dan setia selalu memeluk bumimu. Aku adalah kosong. Yang menunggu untuk diisi. Yang menunggu untuk ditempati. Yang menunggu untuk dihuni dan yang menunggu untuk ditata.
*)Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Lalu kosong itu sudah mulai berkarat dan berdebu, berpenghuni hantu. Kemudian mulai tersesat dan buta arah. Tak menemui terang, juga tak menemui bintang. Lalu bimbang setelah itu bingung.
Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?
Ketika manusia yang lain selalu mengisi hati mereka dengan cinta yang berganti – ganti, aku terpekur tanpa satu keping cinta pun. Aku tak memiliki sebutir pun cinta. Aku mati rasa. Hidup tanpa hati.
Apakah aku adalah manusia tanpa hati ?
Ketika manusia yang lain menyia – nyiakan cinta mereka, aku hanya bisa diam sambil bertanya kepada Tuhan ; “Apakah cinta yang mereka sia – siakan itu sebenarnya untukku ?”.
*)Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Dan aku akhirnya menerima jawaban dari Tuhan, “tidak, cinta itu bukan untukmu. Tapi untuk yang lain”. Lalu aku pun kembali bertanya pada Tuhan, “kalau begitu, kapan aku mendapatkannya ?”. Setelah aku bertanya, aku hanya mendengar erangan kecil dari Tuhan. Entah apa maksudnya. Tuhan tak mau menjawabnya. Hanya diam.
Ada lubang di hatiku yang tak mudah untuk diisi. Pernah kucoba mengisinya dengan lukisan – lukisan banyak wajah, tetap saja aku tak merasa lubang di hati itu terisi. Pernah juga kupenuhi dengan kelopak – kelopak bunga mimpi, yah… tetap saja masih banyak ruang yang kosong melompong dan angin selalu bersiul setiap kali melewatinya.
*)Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang dalam di hati
Lubang di hatiku menganga meminta makan. Tak pernah mengatup dan tertutup. Waktu itu aku sempat nekat masuk ke dalamnya. Kucari sesuatu disana. Sesuatu yang kurasa bercahaya, yang kadang dingin kadang hangat. Yah… tetap saja aku tak menemukan apa pun disana selain sunyi dan tenang.
Suatu hari aku sempat berniat ingin membakar lubang di hati itu. Aku berharap api dapat menciptakan bongkahan – bongkahan hitam di dalamnya. Aku berharap lubang itu diisi oleh banyak bongkahan hitam yang hangus terbakar. Setidaknya, lubang di hati itu telah penuh terisi oleh bongkahan hitam itu. Ya, setidaknya begitu.
Tapi, aku urungkan niatku. Aku takut terbakar. Aku takut menjadi abu. Aku juga takut menyesap sengatan panasnya yang membara. Aku takut mendekati bongkahan – bongkahan hitam yang memendarkan rona orange dari dalamnya. Aku memang penakut.
*)Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti
Lalu akan aku apakan lubang di hati ini ? Apakah harus kubiarkan kosong melompong dan menunggu sesuatu mengisinya. Ataukah aku harus memaksakan sesuatu untuk memenuhinya hingga membuncah dan berserakan ?
Lama aku melamunkan tentang kekosongan lubang di hati. Sampai hujan mengguyur tanah di kakiku dan malam melipat langitnya lalu membuka seluas – luasnya cakrawala pagi. Hingga petang tiba, aku masih memikirkan siapa yang bisa mengisi lubang di hati ini ?
Hanya kepada Tuhan sipemilik hati, aku berserah diri…
*)lirik lagu berjudul “lubang di hati” dari Letto.
dosa dan pahala
Januari 5, 2009
kadang kita memang harus mencicipi secuil dosa biar kita mengerti arti pahala tapi kalo tidak mengerti – mengerti juga itu namanya bego !!!









