HILANG

tak menemukan ia yang sedang bersembunyi entah dimana. mungkin ia sedang lelah karena terlalu lama memelihara sunyi. atau mungkin ia terlalu lama menahan lukalukanya. jangan banyak bertanya mengenai ia. karena hanya akan membuatnya semakin hilang. dan bersembunyi lebih jauh.

 

 

 

 

 

 

[BLOG INI ADALAH TONG SAMPAH UNTUK NAMPUNG SEMUA KOTORAN PERASAAN SAYA. SAYA TAHU ADA YANG MERASA NGGAK NYAMAN DENGAN POSTING2 MELANKOLI DI SINI. INI "RUMAH" SAYA, TERSERAH MAU SAYA APAKAN!]

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!

ini bukan puisi

: af

mungkin aku yang tidak sadar
bahwa kau sedang mengenalku
ada yang tak bisa kulihat dari dirimu
sesuatu yang seperti tameng
begitu tebal menutupi auramu
dan sayangnya aku tak mengerti
mengapa aku benci
aku marah bukan karena kamu banyak bertanya
aku marah karena aku tidak bisa mengenalmu
mungkin karena aku berpura-pura menjadi
orang yang bisa melihat
padahal bola mataku hilang sebelah

tempurung

jenuh ini mengurung kepala

menutup cahayanya

mengundang sembilu tumbuh mekar dalam dada

apakah ini namanya kematian pada rasa?

Lara

sepertinya Lara enggan memejamkan mata karena ia masih sibuk mencari bagian dirinya yang hilang terseret arus waktu. tiap sebentar ia membuka kembali buku hariannya. lalu beralih ke dalam album foto. Lara masih lupa satu bagian dari dirinya. ia lupa di mana ia menyimpannya. kadang ia letih mencari lalu ia diam saja di sudut kamar sambil berpagut tangan merenungi. Lara masih ingin mencari bagian dirinya yang hilang. padahal sudah cukup menikmati apa yang sudah ia dapati. tapi mengapa bagian dirinya yang hilang itu baru ia cari sekarang? ternyata Lara lupa kalau bagian dirinya yang hilang itu adalah lara itu sendiri. pelipurnya.

seni yang rapuh

aku seni yang rapuh. berderai kala diterjang badai. meluruh kala dihujani rinai. dan lenyap kala dikibas ombak. aku seni yang rapuh. bergulir begitu deras. kemudian retak seketika. aku seni yang rapuh. rekatkan aku pada dinding asa yang kokoh. satukan aku dengan bingkai cahaya berangkai. aku ingin menjadi seni yang utuh!

[kerapuhan telah mendarah dagingi]

[inspirasi : lirik. seni yang rapuh dari Sind3ntosca]

ZzzzzZZzzzz…

ingin rasanya aku kunyah dingin yang menyergap punggung ketika tidur di atas lantai beralaskan kasur kapuk tipis :(

wahai manusia berpangkat

lihatlah wajah mereka wahai manusia berpangkat
dua mata berkaca – kaca dan mulut yang basah dengan air mata.
kau tarik ke sana, kau tarik kesini
asin, ia menjilat tangisnya mendera.
tapi kau tetap menarik dia ke sana dan kemari.
kau teriak kepadanya tentang ketetapan dari hukum
tapi sepasang mata itu terus menangis meraung – raung
dan kau tetap menariknya kesana dan kemari.
direnggut dan dicampakkan
lalu kau ambil lagi dan kau tarik lagi kesana dan kemari.
sepasang mata itu tak hentinya menangis pasrah tak tau apa – apa
ia hanya melihat polos, panik kepada manusia berpangkat yang sibuk menarik – narik tubuhnya kesana dan kemari.
berteriak dan menghardik.
sekali – kali menendang dan menampar.
sepasang mata itu masih menangis menelan air mata
hingar

bingar

banyak yang diam – diam mencoba tegar

banyak yang berteriak minta keadilan
banyak yang berteriak ini keputusan
sepasang mata masih menangis terombang ambing di tarik manusia berpangkat ke sana dan kemari

bapak yang terhormat dia adalah anak kecill
masih bocah……..
jangan kau bawa dia ke dalam kericuhan
jangan kau kenalkan dia pada kerasnya pangkatmu
dia masih bocah
jangan tarik tubuhnya kesana dan kemari
dia masih bocah
apa kau tidak mendengar dia menangis ??
kemana pergi telingamu ?
pak…………. jangan kau remuk dia
dia masih bocah
dia masih bocah
tak perlu dia menjadi orang berpangkat sepertimu
tak perlu dia mengenal teriakan – teriakan sangarmu
tak perlu dia melihat keluarganya yang kau hantam
kau tendang dan kau pukul
tak perlu dia melihat senapan yang kau pegang
tak perlu
tak perlu dia mengenal semua itu

miris

nb : kejadian eksekusi rumah di makasar dan dimana pun

6 desember 2007

aku ini bla bla bla…

umurku 20 tahun. aku orang yang cuek dengan hal2 yang tidak penting menurut pikiranku. aku juga tidak peduli apa kata orang maksudnya bagaimana pandangan orang tentang aku–selama aku tidak berbuat diluar batas norma.. aku akan lakukan hal2 yang aku ingin lakukan, aku suka menikmati cuaca mau itu panas terik atau hujan badai, aku suka tersenyum pada langit ketika aku merasa lelah melangkah, aku paling tidak suka dengan hal yang rumit dan kusut (bikin sakit kepala aja), aku suka menulis hal2 yang tidak penting menurut orang lain tetapi penting menurutku (sekedar melepas pikiran sendiri), terkadang aku ini tidak jelas-membingungkan dan nyaris kosong, aku punya dua sisi karakter yang berbeda yang berlawanan dalam satu kepala dan sulit aku jelaskan apa, aku benci anak2 nakal dan menghormati anak2 yang istimewa dalam hal berpikir dan berkembang, tak bisa untuk tidak melakukan apa2 maka aku suka sekali mencari sesuatu untuk diteliti dihayati atau dibaca, aku suka mendengarkan musik sambil menikmati secangkir kopi-online dan baca buku, terkadang dapat melakukan banyak hal sekaligus, aku tidak mengerti jika ada yang ngajak bicara soal hal2 romantis,  jangan bermanja ria denganku !!, akhir2 ini terpikir pengen jadi barista biar bisa ngeramu kopi jadi lebih nikmat, tertarik dengan hal2 berbau metafisik dan sepertinya sedang mencoba menyelami dunia anak2 indigo, tertarik dengan film2 bertema unik dan rumit, menyukai semua lagu dari efek rumah kaca, bermasalah dengan berat badan, aku orang yang gampang menangis, terlalu mengandalkan perasaan disetiap gerak gerik, ada waktu2 dimana menyukai kesendirian dan menciptakan dunia sendiri, suka membaca dan mengumpulkan buku2 yang berisikan hal2 unik dan tabu mengenai kehidupan, ah aku suka ngajak ngobrol kucing, dan paling benci kecoak karena punya pengalaman buruk dengan dia, hmm… apalagi ???

aku ini orang yang gampang marah, tomboy, dan berantakan, orang2 bilang aku ini pendiam, susah mengeluarkan apa yang dipikirkan lewat lisan apalagi lagi di depan umum, punya masalah dengan mag dan sakit kepala serta sendi2 yang suka kaku, dan aku sendiri juga orang yang kaku, aku tidak tertarik dengan bahasa gaul jaman sekarang, mungkin banyak orang2 bilang aku kolot tapi aku merasa justru mereka yang norak (sorry), aku sensitif dengan perubahan sikap orang lain, berusaha menjadi orang yang lebih peka terhadap apa pun, terkadang kritik bisa menjatuhkanku, suka melihat satu hal dari segi pandangan yang berbeda, anti sinetron dan kawan2nya, tertarik dengan psikologi berserta ilmu penunjanganya filsafat, suka menulis apa pun dari yang serius sampai yang tidak jelas maknanya, tidak menyukai aktifitas yang dilakukan berulang kali, menyukai pekerjaan yang tidak bersifat mengikat, dan…… ah udah ya ??? terserah anda mau menilai saia bagaimana hehehehe.

sorry, g tau mau posting apa jadinya posting ini aja. sekali2 membuka diri gitu (atau narsis sih ???). nah, karena posting ini aku jadi pengen tau bagaimana sih karakter orang yang baca ini ??? tulis juga ya di komen (kalo mau) hehehe pisss ^^v