aku sudah menapaki tanah, subuh – subuh pukul empat. hidungku, semangat menciumi aroma embun – embun yang baru lahir. harum. kau tahu apa yang aku cari subuh – subuh ini ? kau tahu apa ?

aku sedang… mencuri… rejeki orang – orang yang masih tertidur pulas. tertidur pulas bersama mimpi – mimpi indah mereka. huh, tidur saja terus sampai mampus. peduli amat. hahaha. ya,  aku sedang mencuri keberuntungan mereka.

tau tidak berapa banyak keberuntungan yang aku curi setiap pagi ? satu ? oh tidak. dua ? ahahaha salah. sepuluh ? salah besar ! aku sudah mencuri satu milyar keberuntungan yang mereka sia – siakan karena masih tidur diwaktu pagi.

loh ? kenapa bengong ? ini benar loh ! aku bukan penipu. bukan penipu kayak orang – orang di senayan sana. yang diberi amanat ama kalian eh malah hobi bolos kayak anak – anak SMA dekat rumahku yang suka cabut dari sekolah. mereka bilang cabut atau bolos diam – diam dari sekolah itu keren, gokil. mau niru juga ? kita kan peniru. apa – apa ditiru. orang ngomong taik aja pake ikut – ikutan ngomong taik juga. sama kayak aku.

meniru itu sebagian dari iman hahahaha. jangan protes !

ya meniru itu memang secara tidak sadar sudah menjadi darah dan daging kita. juga sudah menjadi sebagian dari iman. kenapa ? kalo kita hidup tanpa meniru, mungkin kita masih berada pada jaman batu. benar g ?

maka kalo g mau disebut peniru jadilah orang yang ditiru !

bikin inovasi baru yang blm pernah ada dimuka bumi. apa itu ? lah kok malah nanya ke aku. itu tandanya kamu masih pengen jadi peniru dunk. pikirin aja sendiri apa itu. supaya kita menjadi orang yang ditiru bukan menjadi seorang peniru, plagiat.

jika g mau disebut meniru itu sebagian dari iman. maka kita dituntut punya pendirian yang bisa bikin kita memiliki pemikiran original milik sendiri. lalu kita juga akhirnya bisa menciptakan sesuatu yang baru.

pendirian bukan berarti “aku adalah aku”. menurut aku, ucapan “aku adalah aku” bisa dikatakan sebagai kata – kata yang mengatasnamakan keegoisan. karena “aku” hanya menjadi “aku” hanya milik “aku” dan “aku” adalah “aku” bukan yang lain selain “aku”. bagaimana cara menggambarkan keakuan itu. sebenarnya niat menuliskan itu bukan menggambarkan “aku” sebagai seorang manusia yang egois karena beranggapan hanya “aku” yang bisa menguasai “aku” tapi menuliskan itu dengan maksud bahwa “aku” tidak bisa dipengaruhi orang hal2 yang negatif yang bisa merubah pendirian si “aku”. tapi setelah aku pikir – pikir kata – kata aku adalah aku itu makin lama seperti makin memaksa  kita menjadi aku yang berwatak keras kepala dan selalu benar.

aku pikir hidup adalah panggung sandiwara yang setiap saat kita bisa saja tiba – tiba mendapatkan peran yang berbeda. dalam suatu adegan di sinetron kejar tayang. dimana kita harus berpura – pura menjadi seorang dokter pada saat kita adalah seorang ibu rumah tangga, dimana kita harus tiba – tiba menjadi tukang tambal ban disaat kita adalah seorang pegawai bank, dimana kita harus tiba – tiba menjadi siswa disaat kita adalah seorang dosen, dimana kita harus tiba – tiba menjadi orang idiot padahal kita adalah seorang profesor, dan dimana kita menjadi buta padahal kita orang yang senang melihat warna – warni bunga.

dan jika kita masih berpikir “aku adalah aku” maka kita hanya akan terus melakoni, memerankan diri kita sendiri seumur hidup sampai mati tanpa  bisa mencicipi peran – peran yang lain. rasanya menjadi datar dan hambar. seumur hidup hanya mengetahui “aku” tanpa keinginan melihat peran – peran yang lain.

intinya, kita boleh teguh pada pendirian ttg “keakuan” tapi ada saat dimana kita menjadi seseorang yang berbeda tanpa meninggalkan “keakuan” untuk menjalani hidup yang lebih baik. berbeda dalam artian berubah menjadi seseorang yang lebih baik hari demi hari.

fuih… udah jam… *liat hp dulu duh jamnya rada kekencengan (halah)

udah jam 1 lewat dikit eh lewatnya banyak. udah pagi ! selamat pagi ^^

waktunya memanggil mimpi.

*maap ne posting rada ngelantur tapi bukan karena kebentur mungkin hanya sedikit ngawur, semoga kebentur (loh ?) jangan ngelantur !@!!!

padi – terluka

Desember 31, 2008

Langit masih terbalut mendung hitam
Masihku cemas bila saatnya datang
Badai… angin… topan menghempas
Segalanya… kapankah akan berakhir

Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat…
Apakah ini adalah….akhir dari
Tempatku berpijak

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Persiapkan hati
Persiapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Gelombang biru menghunjam menyapu bumi
Puing-puing tersisa
mengiris hati

Bilakah fajar pasti akan bersinar
Dan berpijar lagi menerangi dunia

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

Persiapkan hati
Persiapkan jiwa
Bagi segalanya yang akan bisa terjadi

yah, lagu yang satu ini menurutku emang udah yang paling keren hehehe udah lah liriknya keren, klipnya juga. sempurna.

oya, mau nyambungin ama posting sebelumnya ttg pertanyaan “Apa itu cantik ?”

menurut cerita di dalam buku “A cat in my eyes”, cantik adalah jawaban. jawaban dari bagaimana cara berpikir, berperilaku dan  fisik. kebanyakan orang – orang menilai cantik itu dari segi fisik. dari segi pandangan mata mereka. ada dua kemungkinan alasan mengapa mereka mengatakan seseorang itu cantik. pertama mereka melihat karena terpengaruhi napsu dan kedua mereka melihat karena mengenal dengan baik objek yang mereka lihat dan mereka tau pasti bahwa si objek memang cantik luar dalam. bahkan tidak cantik secara fisikpun bisa dibilang cantik oleh mereka.

tapi tetap saja cantik itu relatif. manusia memiliki pikiran yang berbeda2 diantara mereka. dan semua perempuan dimuka bumi ini terlahir dengan kecantikan masing – masing hanya saja mereka banyak yang tidak menyadarinya sehingga mereka tidak mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Tuhan.

banyak yang sudah langsing pengen kurus untuk menjadi cantik. banyak yang gendut pengen langsing untuk menjadi cantik. banyak yang mancung pengen g mancung. ah beribu alasan ada untuk sekedar menjadi cantik. semua ingin menjadi cantik padahal mereka bisa menjadi cantik tanpa embel2 bedak tebal dan lipstik menor atau dengan operasi plastik dan susuk. pada dasarnya semua perempuan terlahir cantik. hanya saja mereka tidak pernah menyadari dan tidak mengenal diri mereka sendiri.

kenapa aku ungkit ttg ini ? karena  beberapa orang teman2 kuliahku suka sekali berdandan, sisiran rambut dan bedakan di dalam kelas pas dosen mengajar bikin aku geleng2 kepala. dan bertanya2 apalagi yang kurang dari mereka ? kenapa bergerak dikit aja harus sisiran ama bedakan ? toh mereka g berubah jadi apapun setiap kali mereka bercermin.

teman2ku selalu membawa cermin kecil. dan cermin itu mereka gunakan setiap berjalan, duduk, makan, ketoilet, ngobrol, belajar. aku jadi mikir sendiri, mau bercermin sejuta kali pun mereka g bakal berubah jadi dian sastro atau angelina jolie.

jadi untuk perempuan,  semoga bisa menemukan kecantikan sejati di dalam dirimu !

jangan jadi korban iklan dan media2 lain. ^^v



ada yang aneh

Desember 7, 2008

ada yang aneh ne, kok avatarku g nongol ya ??? apa.. kenapa kenapa ? tanya kenapa ? hueheue… ada yang tau mengapa ? apa ini menyangkut pada perubahan dasbor ??? ew…… bingung euy. tulung…..

*kayaknya ini pengaruh komputerku yang error. system32nya error beh. nasib……..

tes

Desember 5, 2008

a