sedikit ocehan

September 29, 2009

ada yang datang dan ada yang pergi. ada yang melengkapi dan ada yang hilang. semuanya datang silih berganti. karena perputaran kehidupan. ada yang dibawah dan ada yang di atas. ada yang sedang merasakan diatas awang2 dan ada yang lagi terjatuh.

jauh dari itu semua, tergantung bagaimana cara kita menyikapi. bagaimana pemikiran dan iman kita. buka mata, buka telinga dan buka hati. semua hal akan sangat menyenangkan sekalipun itu menyakitkan.

semoga kita bisa menjadi seseorang yang kokoh dan menyabar.

Kopi ini sudah dingin

September 3, 2009

Kau sudah meneguk belasan minuman keras cap kera di kedai bang Mi’un tadi malam. Kini kau duduk diam termenung di bibir ranjang sambil merobek – robek kertas yang kau terima tadi siang. Jika kudekati dirimu, kau malah berteriak – teriak tidak jelas. Jadilah kuperhatikan saja polamu. Tingkah lakumu yang semakin hari semakin aneh.

Tetangga sebelah yang bernama Rohimin bilang, kalau kau sedang depresi. Katanya semua tanda – tanda depresi itu ada padamu. Dia bilang kalau kau terus berlarut – larut seperti itu nanti kau bisa menjadi gila.

Aku terus memperhatikanmu dari balik pintu sampai kakiku terasa mati rasa. Aku duduk di depan televisi yang tidak pernah menyala itu. Kugenggam secangkir kopi yang sudah dingin. Kuteguk perlahan – lahan. Kopi yang kubuat tadi pagi sudah terasa asam karena kubiarkan penuh terisi sampai berjam – jam lamanya.

Malam ini kau tak pergi keluar duduk – duduk di kedai bang Mi’un. Terasa aneh bagiku karena duduk – duduk di kedai bang Mi’un sudah menjadi rutinitasmu setiap hari. Adalah jadwal yang wajib kau lakukan. Seperti jadwal minum obat, tiga kali sehari. Tapi malam ini kau tak datang ke kedai bang Mi’un, kau malah asyik duduk – duduk di  bibir ranjang, diam termenung sambil merobek – robek kertas yang kau terima tadi siang dari seorang yang berpakaian rapi.

Huf… kopi ini terlalu asam dan kecut di mulutku.

***

Pagi – pagi sekali kau sudah hilang dari pandanganku. Kau tak ada di bibir ranjang. Kau pun tak nampak di kedai bang Mi’un. Para tetangga bilang, pukul 5 subuh kau sudah keluar dari rumah dengan pakaian rapi sambil membawa sebuah map berwarna merah muda.

Keningku langsung mengerut mendengar cerita mereka. Ada yang bilang, kau akan mencari kerja ke kota. Ada juga yang bilang, aku mau jual rumah ini. Oh…. ya ampun…. aku hanya berharap semoga kau baik – baik saja dan pulang dengan selamat.

Kubuka pintu kamar. Kulihat serpihan – serpihan kertas yang kau robek – robek kemaren.  Kuambil satu serpihannya. Ada potongan beberapa huruf berjejer di dalam satu serpihan bertuliskan P H K. Aku menyerngit. PHK. Bapak diPHK ? Oh… Ya ampun…

***

Dulu kami punya tiga orang anak. Ketiga – tiganya laki – laki. Tapi empat tahun yang lalu ketiga – tiganya meninggal dalam kecelakaan kapal laut saat mereka hendak mengunjungi kami berdua. Saat mereka memang hendak pulang ke rumah. Rumah selama – lamanya.

Sejak hari itu suamiku jadi sering murung. Tidak bergairah. Semangat hidupnya seakan ikut mati dengan ketiga anak kesayangannya. Ketiga harapan hidupnya. Aku yang lebih parah. Orang – orang bilang aku ini tidak waras setelah ketiga kesatriaku mati. Tapi aku tidak percaya dengan apa yang mereka bilang. Aku yakin, aku masih waras. Aku tidak semudah itu menjadi gila karena kehilangan semua buah hatiku. Aku yakin aku tidak gila.

Tapi bapak sepertinya termakan omongan orang – orang yang bilang aku tidak waras. Sejak kematian ketiga putraku sikapnya terhadapku berubah. Tidak selembut dulu. Dia lebih tidak mau tau denganku. Seakan – akan aku hanya orang – orangan sawah saja.

Hmm…. selagi kau pergi, aku akan membuat kopi. Dan menunggumu pulang.

***

Kau pulang pada malam pukul delapan dengan baju lusuh yang sangat bau. Bau keringat.  Para tetangga pasti berbohong lagi padaku saat mereka mengatakan kalau kau pergi dengan memakai baju yang rapi lalu membawa satu buah map berwarna merah jambu. Tapi aku tak melihat kau membawa map itu. Kemana kau buang map itu ?

Kulihat kau langsung berjalan tergopoh – gopoh dari pintu rumah menuju kamar tidur. Lalu aku dengan cepat mengintipmu dari balik celah pintu kamar. Kulihat kau duduk – duduk lagi di bibir ranjang. Diam termenung. Tapi kau tak lagi merobek – robek kertas. Yang kau lakukan hanyalah diam.

Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam… aduh… kakiku mulai kaku terus – terusan berdiri membungkuk mengintipmu dari celah pintu kamar. Aku berdiri tegap lalu berjalan menuju meja makan. Lalu aku duduk di salah satu kursinya sambil memperhatikan televisi di depannya yang tak pernah menyala. Kemudian kugenggam secangkir kopi yang sudah dingin karena aku membuatnya tadi pagi. Lalu kuteguk perlahan – lahan.

Huf… kopi ini terlalu asam dan kecut di mulutku.

***

Pagi ini aku duduk di depan televisi yang tak pernah menyala itu. Di atas meja ada asap mengepul dari dalam cangkir berisi kopi. Ada dua buah cangkir kopi di atas meja. Satu untukku dan satunya lagi untukmu.

Kuteguk larutan kopi yang ada di dalam cangkirku. Kali ini terasa manis dan pahit sedikit karena baru beberapa menit kubuat. Sungguh hangatnya.

Beberapa menit kemudian aku mendengar suara gaduh dari dalam kamar anak keduaku. Kupikir kau sedang membereskan pakaian – pakaiannya untuk kau jual ke pasar loak. Pikiranku itu mengajakku untuk tetap diam memperhatikan televisi yang tak pernah menyala itu.

Kutatap cangkir kopimu yang masih mengepulkan asapnya. Kapan akan kau minum ?

Tiba – tiba televisi menyala. Anak bungsuku langsung duduk di karpet yang ada di depan televisi. Aku tersenyum memperhatikannya. Di dalam benda kotak bermuatan listrik itu keluar warna – warni ceria. Mengeluarkan suara – suara jenaka. Anak bungsuku sedang menonton film kartun kesayangannya.

Aku mengalihkan pandangan ke atas meja. Ke cangkirmu yang masih penuh berisi larutan kopi. Asap yang mengepul tadi perlahan – lahan semakin halus dan tipis. Perlahan – lahan semakin melenyap. Kapan akan kau minum ?

Prak !!!

Suara benda jatuh itu menarik perhatianku untuk melihatnya. Ternyata sebuah remote yang dapat menukar acara – acara yang ditayangkan oleh si kotak bermuatan listrik itu. Aku melihat anakku yang kedua duduk di samping anak bungsuku. Mereka berebut remote televisi. Mereka saling tidak mau kalah.

Lalu aku tersenyum menyaksikan tingkah kedua anakku itu. Mereka sangat akrab. Kemudian aku mengalihkan perhatian menuju atas meja makan. Menuju cangkir kopimu yang belum juga kau minum. Asap yang mengepul tadi sudah hilang dihisap oleh angin. Kopimu sudah dingin. Kapan akan kau minum ?

Tapi tiba – tiba perhatianku tertuju pada luar jendela rumah. Kulihat anakku yang pertama sedang asyik mencabuti rumput – rumput liar yang suka sekali tumbuh di halaman rumah. Aku berdiri dan berjalan menuju jendela. Kuperhatikan setiap gerak – gerik anak pertamaku. Aku tersenyum dibuatnya. Sungguh anugerah yang tak ternilai yang telah diberikan Tuhan untukku dan kau. Kita diberikan  tiga orang anak laki – laki yang gagah dan santun. Kita berdua adalah pasangan suami istri yang paling beruntung di dunia.

Namun sekejap kemudian kulihat kau datang entah darimana berjalan tergesa – gesa masuk menuju pintu rumah. Aku langsung   bergegas masuk ke dalam kamar. Lalu aku mengintipmu dari balik celah pintu masuk kamar. Kulihat kau duduk – duduk di bibir ranjang. Kau diam merenung. Tapi ada yang beda dengan pola sikapmu. Kali ini kau memiliki gaya baru. Kau diam sambil manggut – manggut seperti orang yang tiba – tiba paham dengan sesuatu. Seperti orang pintar menemukan sebuah jawaban.

Satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam… ah… kakiku sudah terasa ngilu. Aku berhenti mengintipimu. Lalu aku berjalan menuju meja makan dan duduk di kursinya yang tepat berada di depan televisi yang tak pernah menyala lagi. Kuperhatikan sebuah cangkir berisi larutan kopi yang sudah tidak mengepulkan asap lagi. Cangkir berisi kopi yang kubuatkan untukmu tadi pagi. Cangkir yang sudah terasa dingin.

Kugenggam telinga cangkir itu. Lalu kudekatkan bibir cangkir itu ke bibirku. Larutan kopi yang sudah dingin itu mengalir masuk ke dalam mulutku. Kulumat sampai habis bersama ampas – ampasnya.

Cihhhh !!! terasa kecut sekali. Terasa asam sekali.

***

Entah mengapa pagi ini aku ingin sekali menyalakan televisi yang sudah tidak pernah menyala lagi. Kuletakkan dua buah cangkir berisi larutan kopi panas di atas meja makan yang ada di depan televisi. Kuambil remote lalu kutekan tombol on. Kotak bermuatan listrik itu menyala dan mengeluarkan suara serta gambar.

Dunia dalam berita acara yang kutonton pagi ini. Aku duduk di kursi meja makan sambil pelan – pelan meneguk kopi yang baru saja kubuat. Isi berita pagi ini kebanyakan dipenuhi dengan deretan berita kriminal. Tapi diakhir berita tiba – tiba sipembaca berita baru saja mendapatkan sebuah informasi penting katanya. Dia bilang, kapal  yang biasanya membawa penumpang untuk menyeberangi Selat Sunda terbakar di tengah di tengah laut. Lalu diakhir acara mereka menayangkan nama – nama korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Kubaca satu – persatu nama – nama malang itu. Cangkir kopi yang kugenggam terlepas ketika aku mengeja tiga nama yang sama persis dengan nama ketiga anak laki – lakiku tercinta. Bibirku langsung bergetar hebat. Telingaku langsung merah padam dan panas. Tapi aku masih mencoba mengeja kembali ketiga nama – nama itu. Mengejanya perlahan – lahan. Satu demi satu nama hingga televisi itu beralih acara.

Dari acara dunia dalam berita ke acara hiburan. Suara bising dari lagu – lagu dangdut mengalun. Di dalam kotak bermuatan listrik itu ada seorang perempuan yang sedang bergoyang riang gembira seakan – akan mengajakku untuk ikut bergoyang dengannya. Tapi tubuhku kaku. Air mataku mengalir tak dapat dibendung. Perlahan – lahan aku berusaha menggerakkan kedua tanganku yang kaku menuju wajahku.

B – a – m –b – a – n – g, A – n – d – i – k – a, R – a – m – l – i …

“Huaaaa………….. !!!” teriakku histeris.

***

Rumahku tiba – tiba ramai sekali. Aku melihat para tetangga berkumpul mengerumuni rumahku. Aduh…. apa – apaan ini ?

Kulihat kau sudah pulang. Pulang lebih awal dari biasanya. Tapi kali ini kau pulang membawa teman – temanmu. Mereka berpakaian putih – putih. Seperti pakaian seorang perawat pria di rumah sakit. Apakah kau sudah mendapatkan pekerjaan menjadi seorang dokter ?

Tapi tiba – tiba aku sadar, kedua tanganku diborgol. Aku diam terhenyak. Apa yang kalian lakukan padaku ? Dengan pelan kau berjalan mendekatiku. Lalu kau berbisik padaku.

“Aku akan cari istri yang lain. Semoga kau cepat sembuh,” katamu kemudian kau sempatkan menjilat daun telingaku. Menjijikkan !!!

Kulihat sorot matamu. Aduh…. mengapa aku tidak pernah sadar bahwa kau sekarang sudah berubah. Kau berubah sejak tiga bulan setelah kematian ketiga anak kita. Kau menjadi gila !!!

“Bawa dia !!!” perintahmu kepada tiga orang laki – laki yang memakai baju putih – putih.

Sialan !!! kau pikir aku gila ? Kau tidak sadar kalau sebenarnya kau juga gila !!! Jangan bawa aku ke rumah sakit jiwa. Aku tidak gila !!!

“Lekas bawa dia !!!”

Ouuuuughhh !!!               Kau bukan suamiku !!! kau penjahat yang suka menipu orang – orang. Kau menipu para tetangga dan para perawat ini. Kau menipuku. Kau menculik suamiku. Dimana suamiku yang penyayang ? dimana suamiku tercinta ?

Mulutku… mulutku… tidak bisa bersuara. Tidak bisa mengeja kata – kata. Aku ini kenapa ??? Apa yang kau lakukan padaku selama ini ? Kau yang gila !!!

Aduh…. mereka menyeretku hingga aku masuk ke dalam sebuah mobil. Lalu mereka menutup pintunya rapat – rapat. Kulihat dari jendela yang berjeruji, para tetangga terpana. Senyap di luar sana tercipta. Lalu tiba – tiba kesenyapan itu dihempaskan oleh bunyi cempreng suara mobil yang kutumpangi. Lalu mobil ini bergerak pergi menjauhi rumah dan para tetangga. Lama kelamaan mereka mengecil dari pandanganku. Lama kelamaan mereka lenyap dari pandanganku. Lalu mereka hilang begitu saja…

***

Pagi ini aku bangun dalam keadaan linglung pengaruh obat – obatan yang mereka suntikkan ke dalam tubuhku. Aku tak melihat ada kotak hitam bermuatan listrik di hadapanku. Aku juga tak lagi melihat dua buah cangkir berisi larutan kopi dingin. Aku juga tak melihat kau duduk – duduk di bibir ranjang sambil terdiam merenung.

Hmm…. seharusnya kau ada di sini bersamaku. Menikmati hari – hari berdua dengan anak – anak kita. Kau pasti akan menyesal karena mencampakkanku. Kau pasti akan menyesal seumur hidupmu.

Bukankah kita berdua sama – sama gila  setelah kematian ketiga anak kita ? tapi kau tak mau mengakui bahwa kau juga gila. Kau memang penipu. Jika kutau dari dulu sebenarnya kau penipu, mungkin aku tidak akan mau kau sunting.

Huh… tapi mungkin kau tidak tau kalau anak – anak kita sudah tiada. Aku membaca nama mereka tertera di acara televisi yang bernama dunia dalam berita. Aku terus mengeja nama mereka satu persatu.

B – a – m –b – a – n – g, A – n – d – i – k – a, R – a – m – l – i…

***

Padang, Juli 2009

minggu lalu aku sempat pulang ke rumah di padang. perjalanan dari pekanbaru ke padang lebih kurang mencapai 6 jam. aku memilih perjalanan malam. berangkat pukul 21.30 dengan menaiki travel langganan. yang kagetnya pas baru masuk ke dalam mobil ada salah satu penumpang yang nyeletuk “wah, ini penumpang perempuan satu – satunya nih”. buset dah… aku bukan kaget lagi tapi rasanya pengen ngebatalin perjalanan. hahaha habis takut sih. gelap2an ama lima org cowok. hiiiii.

tapi yaa.. mau tak mau kuharus melanjutkan yang tersisa (loh kok malah nyanyi ?) ya.. mau tak mau aku kudu masuk dan mencoba menikmati perjalanan dengan enjoy. menenangkan hati sendiri. dan mencoba untuk jangan cemas. kalo cemas aku punya kebiasaan susah napas. sampe rasanya mau mati huhuhuu.

yah… untungnya cowok2 di dalam mobil kerjanya cuma tidur kecuali sang sopir tentunya. jadi selama perjalanan aku nahan diri agar nggak tidur !!! sampai 6 jam kedepan huhuhuu. tapi tiba2 pada pukul 12 dini hari. bapak2 yang duduk dibelakangku (aku dudukdi bangku tengah) tiba2 menangis sambil berbicara pada seseorang di sebrang handphonenya. menangis tersedu2 dengan suara serak serak basah gimana gitu. pertama aku pikir dia ketawa ternyata dia nangis pas aku dengar bunyi ingusnya dia tarik ulur terus hahahaha. aku coba menebak apa yang sedang mereka bicarakan di dalam telpon. anggapan pertama, mungkin dia menyesali sesuatu jadi dia bersedih. anggapan kedua, mungkin si bapak putus cinta ? anggapan ketiga, si bapak adalah laki2 yang menganut poligami, jadi dia sedih dan bingung bagaimana berlaku adil terhadap istrinya. ketiga anggapan itu muncul dari hasil ngupingku.

ah… aku simpan semua anggapan2 itu untuk nanti saja ketika si sopir telah sampai di depan rumah si bapak.

pada pukul 1 pagi perjalanan berhenti di sebuah tempat yang menjual makanan khas sumatra barat yang bernama “MINTUO” alias mertua. nama yang aneh untuk sebuah nama toko. mungkin ada sejarahnya. karena cuaca dingin jadi aku keluar untuk menghirup udara segar sekilian ngemil dikit dan merenggangkan otot2 badan yang kaku.

aku duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu yang berada di depan toko. aku duduk paling ujung sedang yang sisanya di duduki 2 orang penumpang cowok. aku mulai membuka botol air yang aku ambil dari jok belakang mobil travel (biasanya air mineral di bagi2kan oleh sopir sebelum berangkat tapi waktu itu nggak seperti biasanya jadi aku mengganggap tindakkankumengambil botol berisi air mineral itu sebagai mencuri hahahaha) . nah setelah itu aku juga mulai membuka roti gabin atau creker apalah namanya yang diatasnya di lapisi abon sapi yang manis berwarna orange. ini kali pertamanya aku makan itu dan ternyata enak sekali lilililililili. cuma aku sanggup makannya dua bagaian aja soalnya segan makan disana. rasa2nya diliatin ama orang sebelah.

setelah beberapa menit mobil pun kembali melaju. sudah pukul 2 pagi, rasa kantuk perlahan2 mulai merasuk akibat efek dari alunan lagu2 kangen band dan hijau daun seerta lagu2 melayu yang tidak jelas. sumpah itu lagu kayak lagu nina bobo. orang udah susah payah nahan kantuk harus menyerah perlahan2 gara2 dengar lagu kangen band ama hijau daun dan lagu2 melow mendayu lainnya yang tidak jelas. sumpah rasanya pengen berinisiatif nukar lagunya dengan yang lebih semangat lagi.

akhirnya aku sempat tidur barang beberapa menit. kemudian aku terjaga karena mendengar suara bapak2 di belakang yang ngomong, “akhirnya tidur juga dia ha ha ha ha”. aku rasa dia sedang mengejekku hehehee. aku yang dibicarakan langsung membuka mata lebar lebar lalu bergerak sedikit buat merenggangkan otot. huh… berapa lama lagi sih perjalanan ? pantatku rasanya waktu itu benar2 sakit. tempat duduknya nggak enak. kayak duduk di batu.

hmm… singkat cerita sampailah mobil di padang kota tercinta kujaga dan kubela. si sopir mengantar si bapak yang duduk dibelakangku terlebih dahulu. beberapa menit si sopir dan si bapak terlibat adu mulut di luar ketika si sopir mengantar si bapak keluar mobil. ternyata si bapak kagak bisa bayar uang ongkos travel. dia berkilah akan membayarnya esok hari di kantor travel. usut punya usut si sopir pun bercerita selama perjalanan setelah merelakan ongkos yang tidak di bayar oleh si bapak itu. si sopir bilang si bapak itu emang terkenal suka ngutang tiket travel. semua supir travel tau kebiasaannya tapi petugas di kantor kagak tau jadi dia selalu lolos dari mengawasan dan selalu menyusup di antara penumpang setia yang taat peraturan.

si sopir bilang, si bapak itu istrinya banyak. aha… anggapanku ternyata benar.

ah. aku jadi malas melanjutkan ceritanya. yang jelas akulah orang paling terakhir di antarkan oleh si sopir ke rumah. gila, aku sampai cemas2 takut gimana gitu pagi2 buta jam setengah empat berkeliaran berdua dengan si sopir yang aku nggak tau siapa. tapi untungnya karena nih travel adalah travel resmi dan terdaftar jadi selama perjalanan aman sentosa. ha ha ha ha…

tiba dirumah, disambut oleh bundah. aku langsung masuk kamar saking lelahnya eh ternyatah kamarku di penuhi makhluk2 luar angkasa (adik2ku) yang sedang tidur dengan pose yang tidak karuan. ibuku bilang, mereka ngungsi ke kamarku gara2 takut gempa. kebetulan aku pulang pas padang lagi musim gempa. ya aku pasrah saja dan aku jadi beristirahat di kamar mereka dengan ibuku. eh tau2nya gempa menggoncang padang. kami lari dan akhirnya tidur di ruang tamu dengan koper dan segela bawaanku yang masih berantakan.

cerita selesai. laparrrrrrrr……….. (hus… ingat puasa !!!!)

adalah dunia baru…

Agustus 13, 2009

akhirnya tibalah aku pada sebuah ketetapan yang mengubah hidup. kini aku harus tinggal jauh dari keluarga. ayah, ibu dan semua adik2. pekanbaru adalah tempatku menetap sekarang. di sini aku tinggal dengan keluarga paman yang kebetulan seorang dosen.

di awal bulan  aku resmi menjadi mahasiswi disalah satu universitas negrinya lewat jalur snmptn. jadi kini aku benar2 meninggalkan kampusku yang dulu. biar rugi 4 semester tapi rasanya biarlah. sepertinya semua belum terlambat untuk memulai yang lebih baik. bukan hanya harus meninggalkan kampus tapi aku juga harus meninggalkan teman2 baik disana. sebenarnya banyak kerugian belakangan aku rasa. cuma semua tergantikan berkat dunia baru ini.

ya aku sebut dunia baru karena memang, semua hal begitu baru bagiku. aku belum pernah merasakan pergi dari rumah selama berhari2 dan kini harus kualami berbulan2 sampai beberapa tahun kemudiannya. aku juga di padang jarang bersosialisasi dengan orang2  dan disini hahahaa ramai sekali. kebetulan rumah baruku berada di lingkungan yang penuh anak2 serta ibu2 tukang gosip, sungguh suatu keadaan yang sangat ceria. berbeda sekali dengan rumahku di padang yang tenang dan para tetangga di sana lebih asyik bersembunyi di  dalam rumah ketimbang bercengkrama dengan para tetangga.

pokoknya aku jadi bisa membandingkan antara kehidupan dan kebiasaan rumah yang di padang dengan kehidupan dan kebiasaan rumah di pekanbaru. dan aku masih menyukai suasana di padang di banding di pekanbaru yang super panas, penuh polusi udara serta hahaha nyamuk di sini 3 kali lipat besarnya daripada nyamuk di padang. beh, malam2 habislah. malam2 juga berasa berada di sauna. panas. yang nggak enak satu lagi, dipekanbaru masih sering mati lampu. menyebalkan. kalau sudah begini, aku harus belajar pada patrik temannya spongebob. belajar bagaimana caranya untuk bisa “tidak melakukan apa2″ alias melongo kosong melompong.

hey, yang anehnya setelah aku tiba di pekanbaru, pekanbaru jadi sering hujan. padahal lagi musim kemarau. hehehe…. hawa manusia pemanggil hujanku mungkin masih berfungsi di sini :-P

fuihhhhh…. yang penting, akhirnya aku bisa menemukan warnet disini maksudnya udah berani keluar buat cari warnet (kalau g ada yang ngajak mungkin blm ol2).  sekarang aku pengen kembali nulis lagi. iseng2 nulis cerpen dan sajak2 yang aneh. tunggu, laptopku masih di padang. semua file cerpen dan lain2 ada disana. aduh…. duh… duh… kudu lewatin ospek dulu baru bisa pulang :-(

mau tulis apalagi jee ? apa ya… yang pasti aku paling rindu dengan ibuku. dia langsung jatuh sakit euy setelah aku pergi dari rumah. ibu ama bapakku langsung demam. hahahaha. habis, baru kali ini ortuku pisah dengan anaknya.  ya, tenang mam & pap. anak pertamamu ini tiba2nya saja terpanggil oleh sesuatu entah apa. suara itu nyuruh daku pergi dari rumah dan tinggal di suatu tempat yang jauh buat nuntut ilmu. jadi beginilah. inilah jawaban mengapa daku selama disana selama 3 bulan terakhir di padang menjadi aneh. nyaris seperti orang stres. karena.. entah mengapa merasa ada satu masa yang akan mengubah semua hal. dan aku benar2 sedang menunggu waktu yang tepat selama 3 bulan keanehan. dan inilah jawabannya mam, pap.

aku ada disini jauh dari kalian bardua. aku merindukan kalian disana.

sedang apa ibu sekarang ? sudah sembuhkah dari demam ?

bapak juga, sudah pulang kah dari kerja ? sudah sembuh kah ? keran kamar mandiku yang kurusak waktu akan pergi ke pekanbaru apa sudah bapak tukar dengan yang baru ?

kamarku aman kah dari tangan jahil adik2 ? aduh, aku jadi ingat celengan teru teru bozuku. bonekanya juga ada yang tergantung di kaca lemari. untung aku sudah melepas jimat teru teru bozu yang kugantung di jendela kalau tidak bisa dianggap kemaramat oleh ibu hahaha bisa2 ntar dibuang. fuihhh….

aduh… orang yang ngajak aku ke warnet udah ngajak pulang. matilah huhuhuhu… nggak mau di tinggal karena aku belum tau jalan. sepertinya 2 jam nggak cukup buat berselancar di dunia maya. hahaha.

ya sudah…. moga2 nanti aku bisa bikin posting baru lagi dalam waktu dekat. yang pasti, blog ini blm tamat :)

salam kangen (bukan kangen band ya !!!)… ^^v

tulisan terakhir

Juli 25, 2009

tidak ada hal yang patut ditulis lagi di sini. karena di dalam benakku dipenuhi hal – hal yang payah dan bodoh.

mungkin untuk beberapa waktu tulisan ini  akan menjadi posting terakhir di sini. lagi pula, tulisan – tulisan di sini sama sekali tidak penting.

keadaan diluar sana masih belum jelas. apa pun bisa terjadi dan semua membuatku lelah.

-tulisan terakhir di bulan juli-

apa itu ?

Juli 20, 2009

hey, aku ingin bertanya pada siapa saja. tapi pertanyaan ini sedikit aneh. hmm, apakah kau tau, bagaimana seseorang itu bisa dikatakan gila ? maksudku untuk dirinya sendiri. untuk orang yang gila itu apakah dia tau atau sadar pada saat detik2 dia menjadi gila ? mungkin kah dia tau dia akan gila dari ciri2 atau sesuatu yang aneh ? apa dia tau sebabnya dia menjadi gila ?

hmm, pada saat orang berada dalam tahap peralihan dari waras ke sinting apa yang dia rasakan ? apa yang dia pikirkan ? bagaimana bisa demikian ? bagaimana bisa dia jadi gila padalah sebelumnya dia biasa2 saja.

apakah dia suka berteriak ? marah2 ? tertawa2 atau menyakiti dirinya sendiri sebelum akhirnya kesadarannya akan kewarasan terenggut lalu menjadi gila ?

lalu apa rasanya ?

apakah kita sadar kita gila ? atau kegilaan itu sendiri yang menyadarkan kita dengan dunia yang paling waras ? haaaa bikin bingung.

hey, aku takut jangan2 aku gila. hehehe. mungkin karena kadar autisku lagi tinggi makanya aku ngerasa agak aneh. hmm, wajar tidak sih kalau ada saat2nya kau bisa tiba2 memikirkan masa lalu. lalu dengan cepat semuanya muncul seperti film, berganti2. dan membosankan.

kau juga kadang bisa membuat film sendiri. kau menjadi sutradaranya dan kau juga yang menjadi pemainnya. pernah tidak seperti itu ? film yang ada di dalam pikiranmu itu bisa kau mainkan bersambung2.

hmm, itu gejala gila atau autis sih ? sumpah, aku bosan sekali dengan hal2 yang seperti itu.

hey, sepertinya ada yang tidak beres denganku. apa itu ?

b.o.d.o.h

Juli 18, 2009

aku mendengar suara iblis menyanyi. liriknya berisi mantra. mantra berwarna hitam. mantra yang memanggil – manggilku untuk mati saja.

hey,  apakah mereka akan bahagia jika aku tak ada ?

b.o.d.o.h

mencari matahari

Juli 6, 2009

aku kehilangan matahari yang kusimpan dalam botol kaca. aku baru menyadarinya saat malam tak kunjung sirna. sejak matahariku hilang, bulan yang kugantung di langit jadi mengering karena kelelahan. dan bintang sebentar bersinar sebentar redup. aku tak mungkin bisa hidup tanpa matahari. aku tak mau hari – hariku menjadi gelap. maka pada pertengahan waktu, aku pun pergi mencari matahari. kutinggalkan rumah dan semua hal yang selama ini selalu mengitariku. lalu aku pergi menuju timur dimana matahari selalu datang dari sana.

dalam perjalanan aku sering kali terjatuh. kegelapan ternyata telah menyelimuti seluruh wilayah. dalam perjalanan itu aku berdoa semoga langkahku menuju arah yang benar. timur. selama perjalanan aku juga sering menangis menahan luka akibat  terjatuh. hingga aku mulai merasa lelah dan putus asa.

sudah sekian lama aku berkelana, matahari yang kucari belum juga kudapatkan. aku jadi bertanya – tanya kepada Tuhan, sebenarnya apa rencanaMu ? tapi aku tau, dengan sedikit bersabar lagi, aku pasti bisa menemukan matahari itu. aku harus yakin akan itu !

-dalamketidakjelasan-

mencari matahari

mencari matahari

hey, aku yakin ini semua belum lah akhir. ini semua adalah awal. mari kita mulai dari nol. ah, kau pasti bisa menemukan hal yang menarik dalam perjalanan nanti. bertemu dengan orang – orang baru bukan kah sangat menyenangkan. mungkin juga akan bertemu dengan sesuatu yang sangat engkau harapkan. tak perlu kau cemas akan bagaimana, kau hanya perlu berjalan terus. berjalan kemana waktu membawamu. ikuti kata hati. telaah segalanya dengan pikiran jernih. jangan pernah berpikir untuk berhenti walau letih terus mengikuti.

hey, kau hanya perlu menjadi dirimu yang sesungguhnya. jangan pernah ragu – ragu lagi. kau pasti bisa menggenggam apa yang telah hilang dan apa yang ingin kau dapatkan. kau hanya harus berusaha lebih keras. tapi sebelumnya kau harus memiliki tekad lebih kuat. sekuat baja agar tidak ada yang bisa merobohkan pendirianmu.

selama apa yang ingin kau lakukan adalah sebuah kebaikan. lakukanlah dengan sungguh2. karena dengan itu kau akan kembali menuai kebaikan. jadi… ayo  bangkit lagi !!! ayo !!! ayo !!!

kau harus sadar, sesungguhnya kau bisa melakukan banyak hal dengan sangat baik.

akhirnya aku datang. aku ada dan aku hidup kembali di dunia maya.

banyak hal yang terjadi diluar sana selama aku hilang dari peredaran. hidup memang terus berjalan walau ada saatnya aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk melanjutkannya. stagnan dan aku terus mencoba untuk menggertak segala hal yang selalu diam mematung. mencoba membangunkan setan yang masih tertidur di dalam diri atau mencoba bergoyang tak beraturan untuk mengecap rasa letih, mendengar hembusan nafas yg cpt, merasakan keringat mengalir jatuh.

hey, aku seperti mati rasa.

lalu aku hempaskan semuanya. aku tanggalkan hal – hal yang membebaniku. aku tinggalkan. aku campakkan. kemudian aku berjalan menuju entah apa tapi yang pasti aku bahagia telah meninggalkan beban itu. aku lepas. aku bebas. aku lega.

tapi diam – diam ada yang berbisik, “kau egois jee !”. dan aku mulai dihantui rasa bersalah. tapi itu tidak lama karena aku pikir, semua kejadian pasti ada tujuan (seperti kata2 yang sering diucapkan alice dlm film “fiksi.”). aku bukannya kenapa2 lalu tiba2 memutuskan untuk meninggalkan hal yang menjadi rutinitas sehari2 hal yang menjamin masa depan, tapi aku seperti ada yang menuntun untuk spontan pergi dari hal itu dengan segera. dan jadilah seperti sekarang.

aku sendiri masih terkaget2 membayangkan apa yang baru saja aku lakukan. karena hahaha butuh keberanian untuk melepas hal itu karena hal itulah yang menjamin masa depan padahal aku penakut sejati.

untunglah bapak dan ibu sudah merelakan apa yang aku lepaskan itu. dan menerima apa adanya aku. mereka juga sudah sadar, tak baik memaksakan apa yang mereka inginkan. dan yang lebih untungnya lagi, kehidupanku lebih nyaman dan tentram tanpa semua hal yang membebani itu. walau aku tau aku kalah karena tidak bisa terus disana dan bertahan dari hal2 yang tidak aku sukai, aku hanya bisa berkata, sedang mencari jalan lain untuk menang.

karena semua kejadian ada tujuannya.

-curhat2dikitbuatpemanasansetelahsekianharitidakonline-